nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sikap Optimistis vs Pesimistis, Setelah Diteliti Ternyata Ini Dampaknya!

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Rabu 04 September 2019 06:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 03 65 2100127 sikap-optimistis-vs-pesimistis-setelah-diteliti-ternyata-ini-dampaknya-8aqY75YnxU.jpg Optimistis (Foto: Okezone.com/Utahpeoplespost)

JAKARTA - Menjadi orang yang optimistis pasti menyenangkan. Segala masalah dapat kamu lalui dengan tenang.

Dengan ketenangan tersebut, kamu tahu bagaimana caranya untuk tetap berpikir positif. Apalagi dalam memandang ke visi ke depan

 Baca juga: Fenomena Maraknya Kos 'Las Vegas' di Kota Pendidikan

Ketika Anda sedang berada dalam masalah, sering kali Anda menjadi orang yang pesimistis. Bukan tanpa sebab, keputusasaan Anda membuat masalah Anda seolah-olah tidak memiliki solusi sehingga Anda menjadi orang yang pesimis.

 Optimis

Namun, daripada menjadi orang yang pesimistis, lebih baik Anda menjadi orang yang optimistis. Pasalnya, studi mengatakan orang-orang yang optimis memiliki umur 15% lebih panjang dibanding orang yang selalu pesimis.

 Baca juga: 4 Mahasiswa Unimed Ciptakan Toner Wajah dari Kulit Rambutan, Caranya?

Dikutip dari Sciencemag, Jakarta, Rabu (4/9/2019), peneliti melakukan penelitian ini dengan melibatkan ribuan orang selama 3 dekade dengan rincian 69.744 wanita dan 1.429 pria.

Prosesnya melalui berbagai tahap, dimulai dengan mengisi kuesioner tentang masa depan, mengontrol kondisi kesehatan, melihat kebiasaan mereka dalam diet maupun berolahraga, dan mengumpulkan informasi demografis.

Hasilnya pun mengejutkan, wanita-wanita yang hidupnya selalu optimistis, memiliki umur lebih panjang 14,9% dari wanita lainnya yang selalu pesimistis. Sedangkan untuk pria, pria yang optimistis memiliki umur lebih panjang 10,9% dari pria lainnya yang memiliki kebiasaan pesimistis. Mereka juga memiliki kesempatan hidup untuk mencapai umur 85 tahun lebih besar dari orang lainnya.

 Pesimis

Setelah itu, para peneliti menyarankan kepada orang-orang optimis untuk meningkatkan porsi olahraga dan diet menyehatkan mereka. Tidak hanya itu, mereka juga disarankan untuk tidak merokok atau minum minuman keras. Sebab, dengan begitu kaum-kaum optimistis bisa mengendalikan kondisi stres mereka lebih baik dari kaum pesimistis.

Bagaimanapun juga, jika Anda masuk ke dalam kaum pesimistis, tidak perlu berkecil hati. Berdasarkan penelitian, Anda bisa memperbaiki diri untuk menjadi orang yang optimistis dengan bimbingan yang mumpuni. Meski demikian, masih belum jelas apakah kebiasaan hidup bisa memengaruhi panjang atau pendeknya umur kita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini