nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang Remaja Jadi Korban Jiwa Pertama di Kashmir Pasca Pencabutan Otonomi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 05 September 2019 15:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 05 18 2101032 seorang-remaja-jadi-korban-jiwa-pertama-di-kashmir-pasca-pencabutan-otonomi-aoiKaQvqz2.jpg Kerabat berdoa di sekitar makam Asrar Ahmed Khan, yang tewas pada Selasa malam akibat luka yang dialami dalam demonstrasi 6 Agustus di Srinagar, 4 September 2019. (Foto: Reuters)

SRINAGAR – Seorang pria meninggal di wilayah Kashmir yang dikontrol India, hampir sebulan setelah dia terluka dalam demonstrasi. Korban dikonfirmasi sebagai korban jiwa pertama yang jatuh di Kashmir pasca pencabutan status otonomi wilayah itu oleh India.

Berdasarkan keterangan pejabat lokal, Asrar Ahmed Khan, 18 tahun, dari Srinagar, kota utama di Kashmir, meninggal pada Selasa malam di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya sebulan lalu.

BACA JUGA: Tentara India Dituduh Aniaya Warga Kashmir dengan Tongkat dan Setrum Listrik

"Dia dilaporkan terluka dengan benda tumpul dalam situasi hukum dan ketertiban di mana kerumunan yang melakukan kekerasan terlibat dalam pelemparan batu," kata Direktur Jenderal Polisi Jammu dan Kashmir, Dilbag Singh kepada Reuters.

Singh mengatakan bahwa menurut beberapa pengunjuk rasa Khan terkena tembakan tabung gas air mata, meskipun pihak berwenang mencurigai bahwa dia terkena lemparan batu. Media telah melaporkan setidaknya dua kematian lainnya selama demonstrasi itu, tetapi pihak berwenang telah membantahnya.

Foto: Reuters

India membanjiri Kashmir dengan pasukan, membatasi pergerakan warga dan memutus komunikasi di wilayah itu ketika Perdana Menteri Narendra Modi mencabut hak-hak khusus Kashmir pada 5 Agustus.

Kashmir yang dikuasai India kehilangan haknya untuk merancang undang-undangnya sendiri dan warga non-penduduk diizinkan untuk membeli properti di sana dalam perubahan-perubahan, yang menurut pemerintah, akan membantu pembangunan kawasan dan membawanya sejalan dengan negara bagian lainnya.

Koneksi seluler dan internet di Kashmir telah dimatikan selama 31 hari. Ratusan pemimpin politik dan aktivis, termasuk tiga mantan menteri utama, telah ditahan.

BACA JUGA: India Tahan Sedikitnya 300 Politisi dan Separatis Pasca-Pencabutan Status Otonomi Kashmir

Berita kematian Khan datang di saat Pakistan memperingatkan bahwa India sedang “menabur benih peperangan” di wilayah mayoritas Muslim itu. Kashmir telah lama menjadi titik ‘panas’ antara dua negara tetangga berkapabilitas nuklir, India dan Pakistan.

India dan Pakistan sama-sama menguasai sebagian Kashmir dan mengklaim wilayah itu sepenuhnya. Mereka telah berperang dua kali dalam memperebutkan Kashmir dan pasukan mereka secara teratur menembaki garis kontrol sepanjang 740 km yang merupakan perbatasan de facto antara kedua negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini