Tumpukan Tinja dan Hama, Bagian Menjijikkan Sejarah Istana Kerajaan Eropa

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 06 September 2019 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 05 18 2101228 tumpukan-tinja-dan-hama-bagian-menjijikkan-sejarah-istana-kerajaan-eropa-0YK8EqdObr.jpg Istana Hampton Court. (Foto: Reuters)

Eleanor Herman yang menulis buku mengenai istana kerajaan mengatakan bahwa saat itu istana dipenuhi dengan "Tinja dan urin yang ada di mana-mana".

"Beberapa anggota istana tidak repot-repot mencari pispot, tetapi hanya menurunkan celana mereka dan melakukan urusan mereka - semua urusan mereka - di tangga, lorong, atau perapian," kata Herman sebagaimana dilansir History, merujuk pada aktivitas buang air besar dan kecil.

Sebuah laporan pada 1675 menunjukkan penilaian Istana Louvre di Paris: "Di tangga besar" dan "di belakang pintu dan hampir di mana-mana orang melihat ada banyak tinja, bau tak tertahankan yang disebabkan oleh panggilan alam yang dilakukan semua orang di sana setiap hari."

Bagian dari dapur Istana Hampton Court dalam kondisi seperti pada abad ke-16. (Getty)

Menurut sejarawan Alison Weir, Raja Henry VIII terus berperang melawan kotoran, debu, dan bau yang tak terhindarkan ketika begitu banyak orang hidup dalam satu bangunan, yang merupakan sesuatu yang tidak biasa pada masa itu. Sang Raja tidur di tempat tidur dikelilingi oleh bulu untuk mengusir makhluk kecil dan kutu.

Gilanya lagi, Henry bahkan dipaksa untuk menetapkan aturan bahwa koki di dapur kerajaan dilarang untuk bekerja "dalam keadaan telanjang, atau dalam pakaian yang menjijikkan seperti yang mereka lakukan, atau berbaring siang malam di dapur atau tanah di dekat perapian". Untuk mengatasi masalah tersebut, panitera di perintahkan untuk membeli "pakaian yang baik dan sehat" untuk staf istana.

Cara hidup yang tidak bersih ini tidak diragukan lagi menyebabkan kematian yang tak terhitung di rumah tangga kerajaan-kerajaan Eropa. Barulah pada abad ke-19 standar kebersihan dan perkembangan teknologi meningkatkan kehidupan bagi banyak orang, termasuk anggota kerajaan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini