nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Mudah Deteksi Boraks dan Formalin pada Jajanan Anak

Delia Citra, Jurnalis · Jum'at 06 September 2019 06:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 05 65 2101047 cara-mudah-deteksi-boraks-dan-formalin-pada-jajanan-anak-2oFnaoHj3L.jpg Cara Mudah Deteksi Boraks pada Jajanan Anak. (Foto: Okezone.com/Dok. FKUI)

JAKARTA - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menemukan cara yang mudah untuk mendeteksi boraks dan formalin menggunakan indikator ekstrak herbal, yaitu bunga Ruekkia (Ruellita tuberosa).

Tanaman bunga yang berasal dari Meksiko, Karibia dan Amerika Selatan ini memiliki kandungan pigmen antosianin. Prinsip utama dalam penemuan ini adalah memanfaatkan zat antosianin yang sensitif terhadap derajat keasaman (pH) lingkungan yang ditandai dengan perubahan warna.

Baca Juga: Mahasiswa UI Teliti Karst Gunungkidul, Hasilnya Mengejutkan

Pada dasarnya antosianin yang terdapat pada bunga Ruellia memiliki penanda warna: merah untuk pH 1-3, coklat-kemerahan untuk pH 5-6, coklat-kehijauan untuk pH 7-8, hijau untuk pH 9-11 dan kuning pH 13-14.

Para staf dan peneliti dari Departemen Kimia Kedokteran FKUI mengajak masyarakat untuk mewaspadai boraks dan formalin pada jajanan anak melalui suatu kegiatan pengabdian kepada masyarakat bernama Program Aksi UI untuk Negeri.

Deteksi Boraks pada Jajajanan anak

Ketua program, Dr. Ade Arsianti, M.Si, kepada Humas FKUI menjelaskan bahwa penggunaan boraks dan formalin masih marak di masyarakat terutama digunakan oleh para pedagang jajanan anak-anak.

“Dampak boraks dan formalin itu sangat berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan otak anak-anak kita. Meskipun penyalahgunaan boraks dan formalin sudah menurun, namun kita sebagai orang tua harus tetap waspada,” tutur Dr. Ade, dikutip dari FKUI, Jumat (6/9/2019).

Cara untuk mendeteksinya tersebut pun sangat mudah, hanya dengan menggunakan peralatan sederhana di rumah. Cukup dengan siapkan ulekan, pipet tetes, wadah berongga kecil seperti tempat cat air (palet), sempel makanan, air putih dan beberapa helai bunga Ruellia.

Baca Juga: Intip 20 Kandidat Rektor UI dan Tahapan Pemilihannya

Jika makanan positif mengandung boraks maka warnanya akan berubah menjadi hijau karena pH boraks sekitar 9-11. Apabila makanan positif mengandung formalin, maka warnanya akan erubah menjadi coklat-kemerahan karena pH formalin sekitar 5-6.

Makanan yang bebas formalin dan boraks akan berwarna ungu atau tidak mengalami perubahan warna seperti aslinya warna ekstrak yang ditambahkan ke makanan pada awalnya.

Kini orang tua bisa melakukan tes terhadap jajanan yang sering dikonsumsi oleh anak-anaknya dengan mudah dan cepat hanya hitungan menit saja dan semoga orang tua dapat melindungi anak dari bahaya boraks dan formalin.

Asal tahu saja, hingga saat ini masih sering ditemukan jajanan sekolahan yang mengandung boraks dan formalin. Kedua bahan ini masuk ke dalam kategori bahan yang bersifat toksik alias beracun.

Boraks itu sendiri biasa digunakan untuk membuat campuran dtergen, glasi emanel gigi buatan, plastik, antiseptik, pembasmi serangga dan pengawet kayu. Begitu juga dengan formalin, bahan ini biasa digunakan sebagai pengawet pada mayat, bahan tambahan kosmetik, perabot kayu, dan desinfektan kuat.

Efek dari kedua bahan ini jika tertelan dalam jumlah tinggi pastinya memiliki efek yang berbahaya bagi tubuh yaitu dapat meracuni sel-sel tubuh dan menyebabkan kerusakan usus, hati, ginjal dan otak. Jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama, maka dapat menyebabkan kerusakan hati dan kanker.

Ciri makanan yang mengandung boraks dan formalin biasanya tidak mudah hancur, kenyal, sangat renyah, tahan lebih dari tiga hari (tidak busuk dan berjamur), berwarna lebih mencolok dan juga tidak dikerubungi oleh lalat dan semut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini