nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perjalanan 2 Ribu Km Seorang Ayah Cari Pedagang Pil Diet Berbahaya

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 10 September 2019 07:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 09 18 2102708 perjalanan-2-ribu-km-seorang-ayah-cari-pedagang-pil-diet-berbahaya-hn8NGcWqlY.jpg Doug Shipsey saat bertemu Andrei Shepelev di Ukraina. (Foto/SOLO Syndication/Mirror)

WORCESTER – Seorang pria asal Inggris yang putrinya tewas usai menenggak pil diet bepergian sejauh lebih 2 kilometer untuk bertemu dengan pedagang yang menjual pil tersebut.

Usaha Doug Shipsey (53) berhasil. Melansir Mirror, Senin (9/9/2019) ia bertemu serta mendapatkan permintaan maaf dari Andrei Shepelev (31) di luar apartemennya di Ukraina pada awal bulan ini.

Namun perjuangan Shipsey untuk bertemu Shepelev tidak mudah. Dia harus berjuang selama dua tahun untuk mencari keadilan bagi putrinya, Beth yang meninggal setelah meminum pil yang dibeli dari Shepelev.

Saat bertemu, Shipsey sambil membawa foto Beth yang berusia 21 tahun mengatakan ke Shepelev, ”Aku ingin Anda melihat ke mata putriku dan meminta maaf karena menjual pil yang membunuhnya."

Shepelev menjawab, "Maaf, aku hanya ingin menghasilkan uang.”

"Aku menyesal. Jika saya tahu putrimu akan [mati] aku tidak akan pernah menjual apa pun padanya."

Foto/Mirror

Shepelev mengatakan ia memasukkan pil yang membunuh Beth, ke dalam sebuah kotak DVD dan mengirimnya ke Inggris pada 2017.

Beth adalah seorang aktivis keselamatan hewan, menderita serangan jantung pada Februari 2017 setelah meminum pil yang mengandung dinitrophenol atau DNP, yang dipasarkan di internet sebagai obat "pembakar lemak" alias obat diet.

Dia membeli 24 pil DNP dengan harga 156 Poundsterling (Rp2,7 juta). Pil diet itu dibuat Shepelev di apartemennya di Volochysk, Ukraina barat.

Foto/Mirror

Shipsey terkejut dengan reaksi Shepelev saat bertemu, "Aku tidak tahu bagaimana [Shepelev] akan bereaksi, aku pikir dia akan mengeluarkan AK-47 dan menembakku”.

Bahkan direktur sebuah perusahaan di Worcester, Inggris itu sangat ingin mencekik Shepelev, tetapi niat itu tidak dilakukannya.

"Itu bukan diriku, aku hanya ingin dia mengakui apa yang telah dia lakukan, dan meminta maaf kepada keluarga kami, sambil menatap mata dan mata anakku," ujar Shipsey.

Shipsey menambahkan bahwa tindakannya menemui Shepelev adalah pesan kepada pedagang obat sejenis, bahwa para kelurga yang telah kehilangan kerabatnya “akan datang menemui mereka."

DNP dirancang untuk menjadi pestisida dan pewarna kimia dan legal dijual. Namun pedagang di internet memasarkannya sebagai obat diet berkekuatan super, yang dipasarkan bisa melangsingkan tubuh dengan cepat.

Namun obat itu bisa membuat kerusakan sistem saraf, menyebabkan detak jantung yang sangat cepat yang dapat mengakibatkan koma dan kematian.

Pada April 2015, Eloise Parry (21) juga meninggal karena overdosis akibat menenggak obat yang sama yang dibelinya secara online.

Ibu Ella yang patah hati sejak itu berbicara tentang bahaya DNP.

"Tolong jangan konsumsi DNP. Begitu obat itu ditelan, tubuh akan rusak," kata Shropshire.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini