nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Media AS Klaim Israel Tanam Alat Penyadap di Gedung Putih

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 19:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 12 18 2104124 media-as-klaim-israel-tanam-alat-penyadap-di-gedung-putih-7Z6moZrw8d.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON – Laporan dari media Amerika Serikat (AS) menyebut Israel berada di balik alat penyadap yang ditemukan di Washington pada 2017. Alat penyadap itu diduga digunakan untuk memata-matai Presiden Donald Trump dan rekan-rekannya.

Pada awal 2018, Pemerintah AS mengakui bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri AS telah menemukan alat penyadap Stingray di dekat Gedung Putih dan di beberapa lokasi lainnya yang tersebar di Washington DC. Namun, pada saat itu tidak ada yang tahu siapa yang menanamkan alat mata-mata tersebut.

BACA JUGA: Trump Tandatangani Deklarasi Pengakuan Kedaulatan Israel Atas Dataran Tinggi Golan

Stingray adalah penyadap elektronik berukuran tas kerja yang memata-matai ponsel dengan meniru menara seluler, menipu ponsel pintar agar memberi informasi dalam jumlah besar kepada pemasang alat itu. Beberapa jenis Stingray bahkan dapat menyadap panggilan dengan memaksa panggilan tersebut masuk ke jaringan 2G, yang tidak dienkripsi.

Politico mengutip beberapa sumber pejabat senior intelijen dan keamanan nasional AS yang tidak disebutkan namanya mengklaim bahwa Israel telah menanamkan alat penyadap tersebut. Namun, pemerintahan Trump tidak melakukan apa pun terhadap informasi itu.

“Seorang mantan pejabat senior intelijen mencatat bahwa setelah FBI dan agen-agen lain menyimpulkan bahwa Israel kemungkinan besar bertanggung jawab atas perangkat itu, administrasi Trump tidak mengambil tindakan untuk menghukum atau bahkan secara pribadi menegur pemerintah Israel,” demikian dilaporkan Politico.

"Reaksinya... sangat berbeda dari pada pemerintahan terakhir," kata sumber tersebut. "Dengan administrasi saat ini, ada satu set perhitungan yang berbeda dalam menangani hal ini."

BACA JUGA: Permukiman di Golan Israel Diberi Nama Trump

Menurut laporan Gizmodo,Stingray, yang juga dikenal sebagai penangkap IMSI karena mereka mengidentifikasi perangkat oleh International Mobile Subscriber Identity, dianggap kontroversial sebagai alat penegakan hukum.

Polisi lokal dan pejabat federal terkadang menggunakan Stingray untuk melacak tersangka, meskipun legalitas penggunaannya masih dipertanyakan dan agensi enggan membicarakannya secara terbuka. Badan Penegakan Hukum dan Bea Cukai AS (ICE) menggunakan perangkat Stingray di Michigan untuk menemukan dan mendeportasi imigran tidak berdokumen, meskipun ICE mencoba untuk menyangkal penggunaan alat itu.

Sejauh ini Pemerintah Israel telah membantah klaim yang dilaporkan Politico tersebut. Perdana Menteri Benyamin Netanyahu menyebut laporan itu sebagai “kebohongan yang jelas”.

Kantor PM Israel juga menegaskan bahwa pemerintahnya memiliki kebijakan untuk tidak melakukan kegiatan spionase terhadap AS.

"Ada komitmen yang sudah lama, dan arahan dari pemerintah Israel untuk tidak terlibat dalam operasi intelijen di AS. Arahan ini secara ketat ditegakkan tanpa kecuali," demikian disampaikan kantor Netanyahu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini