nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peninggalan Langka Buddhis Berusia 2.500 Dipamerkan di UI

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 11:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 13 65 2104331 peninggalan-langka-buddhis-berusia-2-500-dipamerkan-di-ui-A9ENYpRvWX.jpg Pameran Cagar Budaya Internasional di UI. (Foto: Okezone.com/Wahyu)

DEPOK- Universitas Indonesia (UI) bersama Soka Gakkai Indonesia menggelar pameran cagar budaya Internasional di Ruang Apung, Perpustakaan UI Depok. Pameran ini menyajikan hasil penelitian ilmiah mengenai perjalanan filosofi Sutra Bunga Teratai dari berbagai belahan dunia.

Selain itu juga ditampilkan artefak berusia ribuan tahun yang bernilai sejarah.

"Di sini juga ditampilkan sejumlah koleksi asli dan replika manuskrip, lukisan dan benda-benda peninggalan langka Buddhis yang di antaranya telah berumur lebih dari 2.500 tahun," ungkap Ketua Humas Soka Gakai Indonesia Elly Muliawan, di Universitas Indonesia, Kamis (12/9/2019).

Baca Juga: Pesan BJ Habibie: Jadilah yang Terbaik di Mana pun Berada

Asal tahu saja, Indonesia merupakan tuan rumah ke-17 penyelenggaraan pameran dengan tema Pesan Perdamaian dan Kerukunan Hidup.

Pameran juga menghadirkan koleksi dari India, Rusia, Tionghoa, serta Indonesia sendiri. Koleksi dari Indonesia, diperoleh panitia dari Museum Nasional, yang mendatangkan koleksi peninggalan sejarah Borobudur pada masa Dinasti Syailendra.

"Panitia juga membangun replika Goa Tun Huang, warisan budaya UNESCO dari Tionghoa," tambah Elly.

Pameran UI

Sementara itu, Direktur Eksekutif IOP-Jepang Akira Kirigaya menuturkan, kegiatan ini terselenggara atas dasar pemikiran Budha, yang mengedepankan pembinaan generasi muda, untuk semakin memperkuat bangsa.

"Pameran ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Soka Gakkai, organisasi Buddha berbasis komunitas, yang memiliki anggota di 192 negara. Pameran kali ini bertujuan untuk memperkenalkan filsafat Kitab Sutra Bunga Teratai, sebagai salah satu warisan kearifan umat manusia, yang menawarkan perspektif baru untuk perdamaian dan keharmonisan bermasyarakat di zaman modern," kata Akira.

Baca Juga: Motivasi untuk Mahasiswa Tingkat Akhir, Fokus ke Tujuan Besar

Di tempat yang sama, Peneliti Sosial Vokasi Humas UI Devie Rahmawati menambahkan, tema perdamaian menjadi relevan dengan kondisi lokal dan global, yang terancam “bakteri” polarisasi di dalam keutuhan sebuah bangsa. Riset di 11 negara seperti Amerika, Turki, Hungaria, Venezuela, Thailand, menemukan bahwa para pemimpin politik yang menggunakan narasi perpecahan dengan menyebut lawan-lawan politiknya sebagai orang yang tidak bermoral dan korup misalnya, berhasil membelah masyarakat.

"Kebajikan dan kebijakan para leluhur manusia di masa lalu, yang bahkan tidak melihat sekat antara barat dan timur, menjadi model bagi generasi muda, untuk meneladani kehidupan damai yang ditampilkan melalui pertemuan budaya Asia (Budha) dan budaya Barat (salah satunya Yunani), sebagaimana artefak-artefak ini bicara melalui pameran Sutra Bunga Teratai," tandasnya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Soka Gakkai Indonesia, Universitas Indonesia, Museum Nasional, Dunhuang Academy (Tiongkok), The Institute of Oriental Philosophy (Jepang). Selain itu, pameran dan seminar ini didukung juga oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Klinik Digital Vokasi UI, Kowani, Dewan Masjid Indonesia Wahid Foundation, Museum Rekor-Dunia Indonesia, The Habibie Centre, Puan Amal Hayati, The Purnomo Yusgiantoro Center, Lembaga Kebudayaan Betawi, Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dishub DKI Jakarta, We The Youth, Miwa dan Eio.

Selain itu juga pada pembukaan, dihadiri lebih dari 500 lebih peserta dari dalam dan luar negeri. Antara lain perwakilan dari negara asing di antaranya Malaysia, Singapura dan Jepang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini