nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peserta Program Pertukaran Guru Indonesia-Korea 2019: Saya Ingin Kenalkan Budaya Indonesia ke Masyarakat Korea Selatan

Sabtu 14 September 2019 07:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 14 65 2104751 peserta-program-pertukaran-guru-indonesia-korea-2019-saya-ingin-kenalkan-budaya-indonesia-ke-masyarakat-korea-selatan-FrE6jiYqj5.jpg 12 peserta Program Pertukaran Guru Indonesia-Korea 2019 (Foto: Kemdikbud)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) kembali mengirimkan delegasi untuk mengikuti Program Pertukaran Guru. Tahun ini, sebanyak 12 guru diberangkatkan ke Korea Selatan dalam periode Agustus hingga November 2019.

Sebanyak 12 guru yang terpilih ditempatkan di sekolah dasar dan sekolah menengah di Korea Selatan. Para guru tersebut sebelumnya mengikuti beragam rangkaian tes hingga akhirnya terpilih mewakili Indonesia. Proses seleksi Program Pertukaran Guru tidaklah mudah.

"Para peserta harus melewati lima rangkaian tes, dari mulai tes bahasa Inggris, tes kepribadian, interview berbahasa Inggris, leaderless group discussion (LGD), hingga tes performa budaya Indonesia," ujar Kasubag Kerjasama, Setditjen GTK Kemendikbud, Siti Ubaidah, MPd.

Kemendikbud 

Salah seorang guru yang berhasil lolos adalah Hesty Yuanita. Guru SMA Unklab, Minahasa Utara itu berhasil mengalahkan dua peserta lainnya dari Sulawesi Utara. Hesty sudah seminggu ini berada Korea Selatan dan akan kembali ke Indonesia pada November nanti.

Hesty menjelaskan motivasinya mengikuti Program Pertukaran Guru karena ingin memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakat luar negeri, khususnya Korea Selatan. Menurutnya, budaya Indonesia sangat istimewa sehingga perlu diketahui oleh dunia luar.

"Saya sangat ingin memperkenalkan budaya Indonesia. Soalnya orang Indonesia sangat terpengaruh sama budaya Korea akhir-akhir ini. Itu sebabnya saya mau menunjukkan bahwa budaya Indonesia tidak kalah menarik dari Korea. Saya berharap siswa-siswi yang saya ajar benar-benar memiliki rasa ingin tahu yang lebih mendalam," jelas Hesty kepada Okezone.

Kemendikbud 

Hesty mengaku belum memiliki pengalaman berada di luar negeri. Kendati begitu, Hesty yang merupakan guru bahasa Inggris tersebut tetap optimis bisa memberikan yang terbaik selama mengikuti Program Pertukaran Guru ini.

"Waktu itu saya mikirnya, kalaupun tidak lolos setidaknya saya sudah mencoba dan mengerahkan semua kemampuan saya. Nah, ketika saya dinyatakan lolos dan saya berkenalan dengan 11 peserta lain, kebanyakan dari mereka ternyata sudah sering keluar negeri. Ini menjadi suatu hal yang mendorong saya untuk menunjukkan kualitas diri saya. Walaupun saya belum pernah keluar negeri bukan berarti saya tidak bisa memberikan yang terbaik," terang Hesty.

Kemendikbud 

Sebelum berangkat ke Korea Selatan, ke-12 peserta Program Pertukaran Guru Indonesia-Korea mengikuti pembekalan sebelum keberangatakan (pre-departure training) yang diselenggarakan oleh Kemendikbud untuk menyatukan visi yakni 'delegasi Indonesia untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada Korea'.​

Program Pertukaran Guru tahun 2019 ini diikuti oleh negara-negara Asia Pasifik seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, Mongolia, dan Malaysia.

Tujuan Program Pertukaran Guru ini untuk meningkatkan kapasitas pendidikan global guru dan keterampilan komunikasi lintas budaya melalui pengalaman-pengalaman. Selanjutnya untuk menumbuhkan sikap saling pengertian masyarakat dalam wilayah Asia-Pasifik, serta membuat model kerjasama pengembangan pendidikan. (adv)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini