nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wahana Ozon Agar Masyarakat Indonesia Peduli Lapisan Ozon

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 16 September 2019 16:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 16 1 2105500 wahana-ozon-agar-masyarakat-indonesia-peduli-lapisan-ozon-6k62lUeW4a.jpg Suasana di Wahana Ozon TMII (Foto: Wilda F/Okezone)

JAKARTA - Bertepatan dengan Hari Ozon Sedunia 2019, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) punya wahana baru, yakni Wahana Ozon yang berlokasi di Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK). Wahana Ozon diresmikan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ruandha Agung Sugardiman.

"Saya melihat tadi peragaan (di Wahana Ozon) yang luar biasa, karena memberikan pemahaman yang sangat komperhensif kepada anak-anak tentang lapisan ozon, fungsi, dan bahayanya. Sehingga mereka menyadari bahwa lapisan ozon ini sangat penting," kata Ruandha Agung di TMII, Senin (16/9/2019).

Peresmian Wahana Ozon dihadiri oleh 260 pelajar tingkat SMP, perwakilan dari kementerian/lembaga terkait, serta perwakilan Implementing Agency World Bank dan United Nations Development Programme (UNDP).

Rusaknya lapisan ozon bisa berakibat fatal bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Manusia berpotensi terkena berbagai penyakit, seperti katarak hingga kanker kulit akibat terpapar sinar ultraviolet secara langsung. Sedangkan tumbuhan dan hewan bisa mati yang berimbas pada rusaknya ekosistem alam.

Dengan adanya Wahana Ozon, Ruandha berharap masyarakat dapat mengurangi penggunaan bahan-bahan perusak ozon. Di samping itu, pemerintah juga sudah mengingatkan pelaku industri kulkas dan AC agar menggunakan bahan baku yang tidak merusak ozon.

"KLHK juga telah memberikan edukasi kepada teknisi AC agar tidak melepaskan gas ke udara bebas. Dengan demikian, kami harapkan kita semua dapat mengurangi penggunaan bahan perusak ozon," tegas Ruandha.

Menurut Ruandha, Indonesia cukup berhasil dalam mengurangi pemakaian bahan-bahan perusak ozon. Kondisi lapisan ozon di ─░ndonesia pun masih tergolong aman. Namun kondisi mengkhawatirkan terjadi di Kutub Selatan, sampai mengakibatkan jutaan ton lapisan es mencair. (cm)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini