nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Punya Uang Pulangkan Jenazah Anaknya, Warga Jambi: Tolong Pak Jokowi

Azhari Sultan, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 20:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 17 340 2106102 tidak-punya-uang-pulangkan-jenazah-anaknya-warga-jambi-tolong-pak-jokowi-nHEiY70TqL.jpg Keluarga Rena Wati di Jambi (foto: Okezone.com/Azhari)

JAMBI - Nurhayati (63) warga Kenali Asam Bawah, Kota Jambi meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo. Pasalnya, anaknya yang menjadi tenaga kerja wanita (TKW) bernama Rena Wati (25) di Malaysia yang diketahui meninggal dunia sejak dua bulan lalu, hingga sekarang belum bisa dipulangkan ke Jambi.

Bagaimana tidak bisa memulangkan jenazah anaknya, untuk memulangkannya dibutuhkan anggaran lebih dari Rp50 juta. Karena itu, dia meminta bantuan kepada Jokowi untuk bisa memulangkan anaknya tersebut dalam segala kondisi.

"Tolong Pak Jokowi, bantu pulangkan anak kami yang meninggal di Malaysia. Dia meninggal di University Malaya Medical Centre Lembah Pantai, 59100 Kuala Lumpur, Federal Territory of Kuala Lumpur," ujar Nurhayati, sembari meneteskan air mata, Selasa (17/9/2019).

"Saya berharap bisa di kuburkan di Jambi, gimanapun pak Jokowi tolong kami," harapnya.

 Jokowi

Rena Wati merupakan anak pasangan dari Syaiful Anwar (67) dan Nurhayati (63) tersebut berada di Malaysia sejak Januari 2018 lalu. Dia sudah dua tahun berada di Malaysia. Keluarga mengetahui jika Rena Wati tersebut meninggal sejak baru sekitar akhir Agustus 2019 lalu.

"Terakhir kami komunikasi pada tanggal 9 Agustus 2019 lalu. Namun, surat kematian yang diterima keluarga melalui kepolisian, bahwa korban meninggal pada 27 Juli 2019 lalu," ungkap Nurhayati.

Menurutnya, pada 9 Agustus 2019 lalu, Mayang, keponakannya mengaku melakukan video call (VC) untuk menanyakan kabar anaknya. "Masih VC waktu itu, katanya dia masih di Malaysia dalam kondisi sehat," tuturnya.

Sementara, Mayang juga mengaku sempat diminta kepolisian untuk menandatangani surat kematian dan surat-surat lainnya jika korban tersebut meninggal dunia.

"Iya, suratnya waktu itu dibawa ke rumah ini. Tapi waktu itu kita tidak berani, tetapi Kakek (Syaiful Anwar) yang menandatangani," ungkapnya.

Dia menegaskan, saat itu kepolisian menyampaikan untuk memulangkan korban ke Jambi membutuhkan uang Rp50 juta hingga Rp60 juta.

"Kami tidak punya uang segitu banyaknya, kami saja tinggal di rumah bocor seperti ini. Paman saya hanya bekerja sebagai buruh bangunan," imbuh Mayang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini