nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Labib Ciptakan Alat Pendeteksi Ketersediaan Lahan Parkir di Mal

Delia Citra, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 13:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 17 65 2105867 labib-ciptakan-alat-pendeteksi-ketersediaan-lahan-parkir-di-mal-UPqL98iPpD.jpeg Labib Izzatur, Mahasiswa ITS Buat Smart Parking. (Foto: Okezone.com/Dok. ITS)

JAKARTA- Seorang mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menciptakan Smart Parking. Smart Parking merupakan sebuah sistem parkir otomatis yang dapat menginformasikan ketersediaan lahan parkir tanpa perlu berkeliling terlebih dahulu.

Keresahan awal Mahasiswa Departemen Sistem Informasi ITS Labib Izzatur Rahman yang mendasari diciptakannya sistem smart parking ini tidak lain karena banyaknya kasus pengunjung pusat perbelanjaan yang harus berkeliling tiap lantai terlebih dahulu untuk mencari lahan parkir. Lebih dari itu, tak sedikit pula dari mereka yang harus keluar kembali karena lahan parkir yang sudah penuh.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Buat Kursi Roda Otomatis untuk Disabilitas

Sistem ini merupakan sebuah perangkat terintegrasi yang berbasis Arduino untuk mengolah inputasi data. Berdasarkan fungsi dan lokasi penempatannya, sistem Smart Parking ini terdiri dari dua perangkat yang masing-masing terletak di gerbang masuk dan atap tiap-tiap lahan parkir.

“Perangkat di gerbang berfungsi untuk mendeteksi kendaraan yang masuk, sedangkan yang terletak di atap lahan parkir fungsinya untuk menginput data lahan parkir yang masih kosong atau sudah terisi,” terang dikutip dari laman resmi ITS, Selasa (17/9/2019).

ITS

Sistem yang masih berbentuk prototipe ini, memerlukan tiga perangkat keras utama agar dapat berfungsi. Yakni prototipe sensor beserta perangkatnya, router, serta laptop sebagai server utama.

Jenis sensor yang digunakan dalam sistem smart parking ini adalah sensor ultrasonik yang menggunakan jarak sebagai ukuran baca detektornya. Sensor ini digunakan di kedua perangkat, baik di gerbang maupun di atap lahan parkir.

Baca Juga: Fachruddin Ari Jadi Wisudawan Termuda ITS di Usia 19 Tahun

Untuk luaran sensor sendiri, dirinya memberi perangkat berbeda antara sensor gerbang dan atap lahan parkir. Untuk di gerbang, Labib menggunakan perangkat bernama motoservo untuk menggerakkan portal gerbang. Sedangkan di atap lahan parkir, dua buah lampu LED berwarna merah dan hijau lah yang digunakan.

“Saat sebuah lahan parkir terisi, LED yang awalnya hijau akan berubah menjadi merah, sedangkan portal akan terbuka saat terdapat lahan parkir yang kosong, dan tetap tertutup saat sudah penuh,” ujarnya.

Informasi ketersediaan lahan pun, menurut Labib, dapat diakses pengunjung melalui situs web terkait. Di sana akan nampak informasi ketersediaan lahan parkir yang disajikan dengan warna hijau. Sebagai fitur tambahan, terdapat juga fitur ‘Reservasi’ yang dapat dipesan sebelum pengunjung datang. Namun fitur ini membutuhkan seorang admin untuk mengoperasikannya, tidak otomatis.

Labib mengkalim, ini sangat efektif untuk diterapkan di berbagai tempat, terutama pusat-pusat perbelanjaan yang menggunakan lahan parkir bertingkat. Secara biaya pun, sistem Smart Parking ini jauh lebih murah dibanding sistem Secure Park yang banyak digunakan di pusat-pusat perbelanjaan saat ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini