nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Era Industri 4.0, Mahasiswa Ini Ciptakan Pendeteksi Kesuburan Tanah

Delia Citra, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 13:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 17 65 2105872 era-industri-4-0-mahasiswa-ini-ciptakan-pendeteksi-kesuburan-tanah-DzhEnTXO11.jpeg Hipzul Achmad, Mahasiswa ITS Buat Pendeteksi Kesuburan Tanah. (Foto: Okezone.com/Dok. ITS)

JAKARTA- Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak pernah berhenti untuk terus berinovasi. Salah satunya dilakukan Hipzul Achmad Jabbar. Mahasiswa Departemen Sistem Informasi (SI) ini berhasil merancang sebuah sistem pendeteksi kesuburan tanah.

Pemuda yang akrab disapa Ijul mengatakan, pada sistem pendeteksi kesuburan tanah ini terdapat empat sensor yaitu kelembaban, PH, Electrical Conductivity (EC), dan suhu. Karena keempat indikator tersebut saling berkaitan, misalnya PH dengan EC karena di PH tertentu itu saling berkaitan dengan ion tertentu pula.

Baca Juga: Labib Ciptakan Alat Pendeteksi Ketersediaan Lahan Parkir di Mal

“Sehingga bisa mengontrol tanah tersebut cocok untuk tanaman apa atau karena kekurangan ion kemungkinan perlu ditambahkan pupuk untuk bisa merubah variabel seperti EC,” terangnya dikutip dari akun resmi ITS, Selasa (17/9/2019).

ITS

Untuk cara kerjanya, yaitu keempat sensor tadi ditancapkan ke tanah terlebih dahulu. Lalu data yang didapatkan akan otomatis dikirim ke arduino. Arduino merupakan sebuah microcontroller yang bersifat open source atau sumber terbuka yang ditujukan untuk membuat prototype peralatan elektronik. Menurutnya, alasan untuk memilih arduino karena lebih mudah dipakai untuk prototyping karena simpel dan kodingannya lebih mudah.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Buat Kursi Roda Otomatis untuk Disabilitas

Setelah itu, arduino akan mengirimkan data ke aplikasi yang telah ia buat. Data yang dikirim ke server aplikasi tersebut menggunakan wifi. Karena biar terlihat lebih bagus dan tidak terlalu banyak kabel biar lebih wireless. Kemudian data yang telah dibaca sensor akan ditampilin ke aplikasi.

Aplikasi ini berbasis web based, karena agar mudah diakses melalui mobile phone atau komputer biasa. Jadi ketika pengguna ingin mengetahui kondisi tanahnya, tinggal mengakses lewat websitenya saja, tanpa harus meng-install aplikasi terlebih dahulu.

Ijul mengungkapkan bahwa ide ini berasal dari keingintahuannya terhadap Indonesia yang merupakan negara agraris, apakah di era industri 4.0 ini pertainan itu mudah digabung dengan teknologi. Di awal membuatnya Ijul juga merasa kesulitan karena ia bukan berlatar belakang orang elektro atau pertanian sehingga ia perlu belajar lebih dalam terlebih dahulu.

Pemuda kelahiran 1997 ini juga berharap agar rancangannya ini dapat dikembangkan lebih lanjut. Karena memang tidak bisa jika dikembangkan sendirian oleh anak SI saja. Tapi harus juga bersama dengan anak elektro, biologi atau pertanian dan ia juga berharap semoga nantinya aplikasi ini merupakan sebuah open source. Sehingga bisa dipakai dan dimanfaatkan secara gratis oleh banyak orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini