nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Penelitian Ini Ungkap Khasiat Kulit Manggis, Apa Saja?

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 06:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 17 65 2105927 hasil-penelitian-ini-ungkap-khasiat-kulit-manggis-apa-saja-it8Ex0EkwN.jpg Khasiat Buah dan Kulit Manggis. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA- Sebagian besar memahami manggis hanya buah yang dapat dikonsumsi pada bagian dagingnya saja. Padahal, ada bagian lain dari manggis yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Bagian tersebut adalah kulit manggis.

Faktanya, kulit manggis memiliki banyak manfaat penting bagi kesehatan. Sebab mengandung beberapa senyawa bioaktif seperti xanthone, terpen, antosianin, tanin, fenol, dan beberapa vitamin.

Baca Juga: Tips Memilih Program Studi bagi Para Calon Mahasiswa Baru

Manggis mengandung senyawa bioaktif seperti xanthone, terpen, antosianin, tanin, fenol, dan beberapa vitamin. Nilai gizi manggis per 100 g termasuk 80,9 g air, 0,5 g protein, 18,4 g karbohidrat, 1,7 g serat, 9 mg kalsium, 14 mg fosfor, 0,5 mg besi, 2 mg vitamin C, 0,09 mg vitamin B1 (thiamin), 0,06 mg vitamin B2 (riboflavin), dan 0,1 mg vitamin B5 (niacin).

Manggis

Beberapa penelitian fitokimia menunjukkan bahwa ada banyak senyawa xanthone pada buah-buahan, seperti α-mangostin, γ-mangostin, 8-deoxygartanin, garsinon E, mangosanol, β-mangostin, tovophilin A dan B, mangostenin, serta mangostenon C, D , dan E.

Baca Juga: Unair Sediakan 1.600 Kuota Mahasiswa Baru Jalur Mandiri

Melansir keterangan Unair, Kamis (19/9/2019), Garcinia mangostana L, nama lain dari buah manggis dikenal sebagai makanan fungsional dan suplemen makanan yang diakui memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan. Derivat utama xanthone dalam Garcinia mangostana L. adalah α-mangostin, senyawa ini memiliki berbagai keunggulan farmakologis, seperti antidiabetik dan antioksidan.

Ekstrak kulit buah Garcinia mangostana L. memiliki aktivitas antioksidan dan dimungkinkan untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah. Senyawa antioksidan bertindak sebagai penghambat yang digunakan untuk mencegah autoksidasi, sehingga cara terbaik untuk mengurangi stres oksidatif adalah dengan mengurangi radikal bebas atau mengoptimalkan pertahanan tubuh dengan melipatgandakan antioksidan. Selain itu, antioksidan juga melindungi jaringan dari kerusakan oksidatif.

Dalam studi yang dilakukan oleh Husen , ekstrak kulit buah manggis digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah dan HbA1c pada mencit DM yang akan digunakan untuk pengembangan ekstrak kulit buah manggis sebagai obat Diabetes Mellitus (DM).

Studi tersebut menemukan bahwa pemberian berbagai fraksi ekstrak kulit buah manggis yang mengandung antioksidan berpotensi menurunkan kadar glukosa darah dan HbA1c pada mencit DM.

Selain itu, penelitian oleh Husen et al. sebelumnya menyebutkan bahwa antioksidan dapat melindungi jaringan dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh hiperglikemia. Mekanisme kemampuan antioksidan dalam mengikat radikal bebas karena adanya gugus hidroksil dan perannya sebagai donor hidrogen untuk radikal bebas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini