nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Youtuber Punya Peran Besar di Kala Milenial Enggan Dengarkan Orangtua

Delia Citra, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 21:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 17 65 2106118 youtuber-punya-peran-besar-di-kala-milenial-enggan-dengarkan-orangtua-33b62ejDbw.jpg Youtube (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Youtube merupakan salah satu media sosial yang cukup populer dan digandrungi masyarakat. Apalagi, Youtube bisa melayani pengguna dengan berbagai kepentingan dan keperluan yang berbeda. Ada yang mengaksesnya untuk mendapat informasi, hiburan, dan gaya hidup.

Menurut mantan Wakil Presiden International Association for Suicide Prevention (IASP), Prof. Paul Yip, di negara asalnya Hong Kong, ia mengedukasi beberapa Youtuber sebagai key opinion leader (KOL) pencegahan bunuh diri. Proyek tersebut berawal dari maraknya kasus bunuh diri di kalangan pelajar di Hongkong.

 Baca juga: Belum Dapat Pekerjaan yang 'Sreg'? Ini 4 Nasihat yang Bikin Adem

Karena, mayoritas pelajar di Hong Kong mengalami dua masalah umum. Pertama, tertekan karena tuntutan akademik. Kedua, tidak mendapatkan pertolongan yang layak. Dua hal tersebut mengantarkan pada depresi yang berujung pada tindakan bunuh diri.

 Youtube

Kasus tersebut diperparah dengan perlakuan salah kaprah dari media yang meng-highlight berita bunuh diri di halaman depan koran. Itu tidak sesuai dengan panduan World Health Organization (WHO). WHO mengatur cara pemberitaan bunuh diri karena suatu berita bunuh diri dapat mendorong orang lain dengan suicidal thoughts untuk melakukan bunuh diri juga.

 Baca juga: Banyak Kehilangan Teman saat Masuk Dunia Kampus? Ini Cara Mengantisipasinya!

Biasanya, para pemuda cenderung tertutup tentang masalah mereka, sehingga tidak dapat mendapatkan bantuan moril dari keluarga maupun bantuan medis dari profesional. Mereka lebih pilih mengungkapkan masalahnya di platform online. Di sinilah Prof. Yip melihat prospek YouTube sebagai medium pencegahan bunuh diri.

Kenapa memilih Youtuber sebagai KOL? Karena menurut Prof. Yip, itu jauh lebih efektif dari pada mengadakan sosialisasi tentang pencegahan bunuh diri. “Anak muda tidak tertarik mendengarkan orang tua, mereka lebih suka nonton YouTube,” ujarnya dikutip pada akun resmi UNAIR, Selasa (17/9/2019).

Youtuber-Youtuber yang telah mengikuti lima jam edukasi tentang suicide prevention kemudian memproduksi konten-konten tentang pengetahuan, sikap, dan perilaku yang benar terhadap isu bunuh diri. Para Youtuber KOL ini juga membuka diskusi positif tentang isu bunuh diri di kolom komentar.

Prof. Yip juga menyampaikan, masalah bunuh diri itu seperti iceberg. Tindakan bunuh diri itu hanya ujungnya di permukaan laut. Di bawahnya adalah sistem yang bermasalah. Karena itu, bunuh diri menjadi masalah sosial yang kompleks, bukan hanya masalah medis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini