nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Semar Bone, Material Pengisi Tulang Ramah BPJS Kesehatan

Delia Citra, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 11:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 18 65 2106257 semar-bone-material-pengisi-tulang-ramah-bpjs-kesehatan-WzFbsoCG1S.jpg Semar Bone, Material Pengisi Tulang Ramah BPJS Kesehatan (Foto: Ist)

JAKARTA – Kini telah ditemukan material tiruan yang bisa digunakan untuk menggantikan atau memperbaiki tulang yang rusak. Namanya adalah Bone graft atau Bone filler.

Bone graft ini memiliki fungsi sebagai material pengisi tulang. Material tersebut merupakan hasil riset yang dilakukan oleh Dosen dari Program Studi (Prodi) Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr Joko Triyono bersama tim.

 Baca Juga: UNS Siap Kerjasama dengan Universitas Al Azhar Kairo

Kepada wartawan, Joko mengatakan bahwa dalam melakukan penelitian hingga menghasilkan produk tersebut, ia melibatkan beberapa dosen dari disiplin ilmu. Diantaranya dengan dr Suyatmi M. BiomedSc dari Fakultas Kedokteran (FK) UNS dan dr I Dewa Nyoman Suci Anindya Murdiyantara Sp.OT dari RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten.

Joko mengatakan, UNS mengembangkan bone graft ini karena produk bone graft yang digunakan di rumah sakit merupakan buatan luar negeri. Hingga saat ini belum ada produk lokal yang masuk dalan e-catalog.lkpp.go.id sebagai syarat produk bisa diklaimkan BPJS. Selain itu, banyak kasus operasi patah tulang yang memerlukan bone graft.

“Survai di tahun 2010 terdapat 4.537 pasien patah tulang di RS Orthopedi Prof. Soeharso Surakarta,” ujar Joko seperti dikutip dari laman UNS, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga: UNS Fasilitasi Alumni PMW lewat Program Inkubator Bisnis

Untuk itu, Joko dan tim ingin mengembangkan bone graft yang terbuat dari bahan xenograft atau dari tulang sapi. Tulang sapi diambil dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jagalan, Solo. Cara membuatnya yaitu dengan pemilihan bahan berupa tulang sapi yang masih segar. Kemudian proses demineralisasi dan deproteinisasi yaitu proses menghilangkan kandungan mineral dan protein. Ini dilakukan dengan cara tulang dijemur matahari kemudian direbus dengan air mendidih sebanyak 3 kali.

 Tulang

Kemudian tulang dipotong menjadi bagian kecil-kecil dengan ukuran 10 x 10 x 10 mm. Lalu dipanaskan pada oven hingga suhu 1.200 derajat celcius ditahan selama 2 jam serta dilakukan proses sterilisasi bahan.

“Kita memilih tulang sapi karena kita ingin memanfaatkan produk lokal dan tulang sapi ini biasanya belum dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga kami berusaha untuk bisa memaksimalkan manfaat dari tulang sapi ini, dan tentunya harganya juga murah,” katanya.

Sedangkan untuk bone graft impor terbuat dari bahan sintetis atau dari bahan-bahan kimia.

“Material yang biasa digunakan di RS masih impor (sebagai contoh produk impor Bio-oss, Bongros dari Korea. Harga produk impor ini sangat mahal yaitu Rp1,7 juta per 5 cc dan produk ini sudah masuk e-catalog.lkpp.go.id. Sedangkan kalau kita pakai Semar bone graft ini harganya jauh lebih murah yaitu Rp400.000 per 10 cc,” terang Joko.

 Tulang

Joko berharap hasil temuannya bersama tim ini nantinya bisa dikembangkan dan ada kerjasama dengan industri. “Sudah kami lakukn uji coba dengan tikus putih kerjasama dengan Fakultas Peternakan UGM, hasilnya tidak ada peradangan, tidak ada infeksi dan ada tulang yang tumbuh,” katanya.

Joko dan tim sejak tahun 2016 mulai melakukan penelitian ini. Bahkan berkat temuannya ini, ia memperoleh hibah Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) dari Kemenristekdikti senilai Rp200 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini