nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Mahasiswa Tunarungu UGM yang Berhasil Selesaikan Kuliahnya

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Rabu 18 September 2019 19:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 18 65 2106510 kisah-mahasiswa-tunarungu-ugm-yang-berhasil-selesaikan-kuliahnya-fKQhkIWKcm.jpg Mahasiswa UGM Muhammad Erwin Althaf (Foto: Okezone.com/Dok. UGM)

JAKARTA - Menjadi mahasiswa tunarungu bukanlah halangan bagi mahasiswa Ilmu Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Erwin Althaf (24) untuk menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Bahkan ia baru saja menjalani sidang pendadaran pada Selasa, 17 September 2019.

Melansir situs web resmi UGM, Jakarta, Rabu (18/9/2019) Althaf tetap melakukan presentasi seperti mahasiswa lainnya. Ia memaparkan hasil penelitiannya tentang Pengaruh Penambahan Bungkil Jintan Hitam Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Pada Domba Merino sembari menampilkan power point untuk memudahkan dosen penguji memahami apa yang tengah disampaikan.

Selain itu, Althaf juga dibantu interpreter dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Peduli Difabel UGM untuk menuliskan pertanyaan yang dilontarkan dosen penguji. Lalu, menyampaikan jawaban dengan mengetik jawaban yang ditampilkan di layar LCD.

Baca Juga: Misael Natanael, Wisudawan dengan IPK 3,99 Tertinggi di ITB

Althaf mengatakan selama kuliah tidak merasakan kesulitan yang berarti karena dibantu oleh teman-temannya. Di kelas dia masih bisa memahami materi yang disampaikan dosen melalui power point atau tulisan di papan.

“Kesulitan kalau dosen menjelaskan tidak disampaikan secara visual dan materi berbeda dengan yang ada power point,” ujarnya.

Althaf juga menceritakan bahwa dia sempat merasa minder dengan keadaannya yang tidak bisa mendengar dengan jelas layaknya teman-teman lainnya. Dia mengalami tuli parsial sejak lahir dan hanya bisa mendengar suara dengan desibel tinggi, seperti bunyi klason, tepuk tangan, dan keriuhan.

Dia pun pernah mengalami depresi, saat mendapat nilai D sementara teman-temannya tidak ada yang mendapat nilai D. Ia mengaku ketika itu merasa jadi tidak setara dengan yang lainnya.

Pria kelahiran Semarang, 30 Januari 1995 ini merupakan seorang yang mandiri sejak duduk di bangku sekolah. Ia berani hidup jauh dari orang tua dengan melanjutkan pendidikan SMA di Yogyakarta. Berkat ketekunan dalam belajar menjadikannya selalu memiliki nilai akademik yang bagus. Althaf pun berhasil masuk UGM tanpa tes melalui jalur SNMPTN Undangan.

Meskipun saat ini Althaf telah melalui sidang pendadaran, ia masih memiliki 1 mata kuliah yang harus diambil untuk memperbaiki nilai sehingga diharapkan nantinya bisa meraih predikat cumlaude. Setelah lulus sarjana ia pun berencana akan melanjutkan studi S2.

Baca Juga: Moses Mayer Penemu Aplikasi Pengelolaan Sampah yang Mengidolakan Habibie

Althaf merupakan salah satu sosok mahasiswa penyandang disabilitas yang menempuh pendidikan UGM. Selain Althaf, saat ini terdapat 14 mahasiswa penyandang disabilitas yang juga tengah menjalani kuliah di UGM.

Dia mengakui bukanlah hal mudah menjalani hidup dengan keterbatasan pendengaran. Namun, Althaf berusaha mensyukuri kondisi yang ditakdirkan Tuhan untuknya. Dia yakin bahwa ada rencana lain yang sudah digariskan padanya.

“Keterbatasan ini bukan penghalang untuk menggapai mimpi dan sukses,” tegas Althaf yang aktif tergabung dalam UKM Peduli Difabel UGM.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini