Wakil Rakyat Haiti Tembakkan Pistol Melukai Jurnalis Foto

Rachmat Fahzry, Okezone · Selasa 24 September 2019 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 24 18 2108630 wakil-rakyat-haiti-tembakkan-pistol-melukai-jurnalis-foto-uDVa3ErmHc.jpg Senator Haiti Ralph Fethiere saat tembakkan pistol. (Foto/Reuters)

PORTAUPRINCE - Seorang wakil rakyat dari partai yang berkuasa di Haiti menembakkan pistol saat warga protes akibat kekurangan bahan bakar dan makanan pada Senin (23/9) hingga melukai seorang jurnalis foto.

Melansir Reuters, Selasa (24/9/2019) Anggota Dewan Jean Marie Ralph Fethiere melangkah keluar dari sebuah truk putih di dekat gedung parlemen di Port-au-Prince, ibu kota Haiti setelah beberapa pemrotes menarik pintu sisi penumpang sembari memberi isyarat dan meneriaki anggota parlemen itu.

Baca juga: Lima Warga AS Bersenjata Lengkap Ditahan di Tengah Kekacauan Berdarah di Haiti

Baca juga: Haiti Memanas, Rakyat Berdemonstrasi Tuntut Presiden Mundur

Fethiere, mengenakan jaket hitam dan celana jins, mengeluarkan pistol dan menembakkan beberapa tembakan ke udara, mengirim sekelompok orang di sekitar mobilnya melarikan diri ke segala arah.

Dia kemudian kembali ke dalam kendaraan, yang melesat keluar dari tempat parkir.

Fotografer Associated Press Dieu-Nalio Chery terluka di rahang dan menjalani perawatan untuk menghilangkan serpihan peluru.

Media melaporkan seorang penjaga keamanan juga terluka, tetapi tidak ada rincian tentang kondisinya.

Ketika ditanya tentang kejadian itu, Fethiere mengatakan kepada Radio Mega bahwa dia telah membela diri.

Pertikaian antara Haiti dan sebuah perusahaan perdagangan energi AS telah menyebabkan pemadaman listrik dan kekurangan bahan bakar di negara berpenduduk 11 juta orang itu, yang memicu kemarahan pemerintah Presiden Jovenel Moise.

Negara termiskin di Belahan Barat, Haiti telah lama bergantung pada pengiriman bahan bakar dari anggota OPEC terdekat Venezuela, yang menawarkan pembiayaan murah ke beberapa negara Karibia untuk membeli bensin, diesel, dan produk lainnya melalui program yang disebut Petrocaribe.

Tetapi skema itu berantakan pada tahun lalu karena kekacauan ekonomi di Venezuela, memaksa Haiti kembali ke pasar internasional dan menyebabkan harga naik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini