nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa ITS Kembangkan Zat Aditif Pelumas Mesin Kapal

Delia Citra, Jurnalis · Selasa 24 September 2019 13:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 24 65 2108631 mahasiswa-its-kembangkan-zat-aditif-pelumas-mesin-kapal-6QzOgV9uf0.jpg ITS (Dok ITS)

JAKARTA - Pemanfaatan teknologi pelumasan atau tribologi di Indonesia masih sangat minim. Padahal, teknologi ini memiliki potensi keuntungan yang sangat besar jika dikembangkan dengan baik.

Berlatar fakta ini, empat mahasiswa Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Andri Fauzi, Delyana Ratnasari, Vicky Aziz, dan Halimatussa'diyah yang bergabung tim Material Research Club (MRC) mengangkat inovasi mengenai Eco-friendly Anti Fouling and Anti Corrosion Additive for Marine Lubricating pada Think Efficiency 2019.

 Baca juga: Kakek Gondo, Wisudawan Tertua ITS yang Lulus Berpredikat Cumlaude

Alhasil, pada kompetisi yang digelar di The Dharmawangsa Hotel Jakarta, Kamis 20 Agustus 2019 lalu, tim MRC berhasil keluar sebagai juara pertama. Kompetisi ini mereka fokus dalam pengembangan aditif pelumasan mesin kapal.

 ITS (Dok ITS)

Andri Fauzi selaku ketua tim mengungkapkan, kompetisi ini merupakan kerja sama antara Shell Indonesia dengan Energy Academy Indonesia (Ecadin) ini, ia dan tim fokus untuk mengembangkan aditif pelumasan. Karena semakin baik aditif pelimasan yang digunakan, mesin kapal mampu beroperasi pada suhu yang lebih rendah dibandingkan dengan suhu operasional pada umumnya.

 Baca juga: Ada ICS, Mahasiswa ITS Diimbau Bangun Pagi

Dirinya mengatakan, tim MRC berharap agar penelitian ini dapat mendorong inovasi baru lainnya dan dapat dilakukan pengujian lebih lanjut agar dapat membantu menyelesaikan permasalahan transportasi laut di Indonesia.

“Semoga masyarakat lebih paham lagi terkait pentingnya penggunaan tribologi dalam menunjang lingkungan yang lebih baik,” pungkas Andri dikutip dari laman resmi ITS, Selasa (24/9/2019).

 Baca juga: Menyulap Polusi Udara Jadi Gas Ramah Lingkungan, 3 Mahasiswa Ini Jagonya

Dirinya pun menjelaskan, inovasi tersebut diharapkan dapat membantu mesin kapal untuk beroperasi tanpa gangguan. Gangguan yang dimaksud adalah fenomena cold corrosion. Fenomena ini mengakibatkan pengembunan sulfur bereaksi dengan oksigen yang bersifat asam sehingga dapat merusak material piston pada bagian dalam mesin kapal.

Selain itu, fenomena ini juga berpotensi memicu terjadinya fouling yang berpotensi mengurangi efisiensi bahan bakar yang digunakan. Aspek lingkungan juga turut terpengaruh jika emisi yang dihasilkan besar.

Untuk menghasilkan produk yang jauh lebih ramah lingkungan ia dan tim menggunakan minyak kelapa sawit yang penggunaannya saat ini sedang menurun dengan proses esterifikasi sebagai aditif. Melalui proses ini akan didapatkan dua polimer inti yaitu PAMA dan OCP. Kedua polimer ini nantinya akan diproses lebih lanjut menjadi co-polymer melalui proses polimerisasi.

Setelah proses polimerisasi, co-polymer tersebut akan ditambahkan ke dalam pelumas dengan kadar yang telah ditentukan dan akan membentuk lapisan pelindung (coating) dalam piston kapal. Dengan penerapan yang terbilang mudah ini yaitu hanya dengan menambahkan dua persen aditif pada per satu liter pelumas, menjadi nilai plus dari inovasinya. Faktor miscibilitas (ketercampuran) yang baik dari aditif ini pun membuatnya dapat tercampur dengan pelumas dengan kadar yang telah ditentukan. Dengan begitu, kegagalan pada mesin kapal dapat dihindari.

Dengan berbagai keunggulan-keunggulan tersebut, tim yang berasal klub keilmiahan yang baru dirintis di Departemen Teknik Material ini dinobatkan sebagai juara satu mengalahkan lawan-lawannya dalam kategori inovasi tribologi. Menurut Andri, timnya berhasil mengungguli tim lainnya karena dari segi ide dan solusi tim MRC langsung pada permasalahan dalam bentuk produk jadi. Sedangkan, tim lain hanya berfokus pada sistem pengawasan pelumas yang sudah tidak layak pakai agar penggantian pelumasan dapat lebih optimal. Begitu juga dengan metode-metode deteksi lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini