nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump Ancam Maksimalkan Sanksi ke Iran

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 25 September 2019 12:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 25 18 2109114 trump-ancam-maksimalkan-sanksi-ke-iran-4fJazsZNJd.jpg Presiden AS Donald Trump. (Foto/AFP)

NEW YORK - Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengintensifkan sanksi terhadap Iran, meskipun para pemimpin Eropa berharap ada terobosan ada pertemuan antara pemimpin AS dan Iran di Sidang Majelis PBB untuk mengurangi ketegangan.

Para pemimpin Prancis, Jerman dan Jepang semuanya bertemu secara terpisah dengan Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani.

Namun dalam pidatonya kepada para pemimpin dunia, Trump menjelaskan bahwa dia tidak akan mengurangi tekanan ekonomi terhadap Iran.

"Selama perilaku mengancam Iran berlanjut, sanksi tidak akan dicabut. Sanksi akan diperketat," kata Trump mengutip AFP, Rabu (25/9/2019).

Baca juga: Presiden Rouhani: AS Putus Asa Lawan Iran

Baca juga: Trump Klaim Presiden Iran Ingin Bertemu di Sidang Majelis PBB

Trump mengecam Iran atas serangan ke infrastruktur minyak Arab Saudi.

"Semua negara memiliki kewajiban untuk bertindak. Tidak ada pemerintah yang bertanggung jawab harus mensubsidi haus darah Iran," kata Trump.

Foto/AFP

Kekuatan-kekuatan Eropa, sambil mengkritik Iran, ingin menyelamatkan kesepakatan tahun 2015 di mana Iran secara dramatis mengurangi program nuklirnya dengan imbalan janji-janji menarik sanksi.

Trump pada tahun lalu menarik diri dari perjanjian dan menjatuhkan sanksi, yang berimbas meningkatnya ketegangan dengan Iran yang pada Juni juga menembak jatuh pesawat mata-mata AS yang tak berawak.

Terbuka dialog

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa risiko terbesar adalah "eskalasi yang tidak terkendali" di Teluk.

Dia mengatakan telah bertemu selama 90 menit dengan Rouhani pada Senin (23/9) malam, di mana dia membahas isu serangan di Arab Saudi, musuh bebuyutan Iran yang memimpin serangan di Yaman.

"Kami perlu kembali ke meja perundingan untuk terus terang dan menuntut diskusi mengenai kegiatan nuklir, regional dan balistik Iran tetapi juga memiliki pendekatan yang lebih luas daripada sanksi," kata Macron.

"Saya berharap kita dapat membuat kemajuan dalam beberapa jam mendatang," katanya.

Iran dalam beberapa hari terakhir terdengar semakin terbuka untuk melakukan pertemuan dengan Trump.

"Kami tidak menutup pintu untuk pembicaraan," ujar Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di PBB.

"Apa yang kami katakan adalah bahwa Anda perlu membangun kredibilitas," katanya, memperingatkan agar tidak sekadar memberikan "kesempatan berfoto" kepada Trump.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini