nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PM Khan Akui Militer Pakistan Pernah Latih Militan Al Qaeda

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 25 September 2019 14:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 25 18 2109162 pm-khan-akui-militer-pakistan-pernah-latih-militan-al-qaeda-W8IpaUo1FB.jpg Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. (Foto: Reuters)

NEW YORK - Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan mengakui bahwa militan Al Qaeda pernah menerima pelatihan militer dari negaranya pada 1980-an. Dia juga menduga hal itulah yang membuat pimpinan kelompok itu, Osama bin Laden dapat bersembunyi di Pakistan setelah melarikan diri dari Afghanistan pasca serangan 9/11.

Berbicara pada acara Dewan Hubungan Luar Negeri di New York pada Senin, Khan ditanya apakah Islamabad pernah melakukan penyelidikan mengenai bagaimana Bin Laden diduga tinggal di Pakistan selama bertahun-tahun sebelum ditemukan dan dibunuh oleh pasukan khusus AS pada 2011.

BACA JUGA: Intel Pakistan Tahu Keberadaan Osama Bin Laden

"Sudah ada penyelidikan, tapi ... saya tidak tahu apa kesimpulannya," jawab Khan sebagaimana dilansir RT, Rabu (25/9/2019). Dia kemudian mengisyaratkan bahwa pengaturan persembunyian Bin Laden mungkin merupakan hasil dari "hubungan" antara militer Pakistan dan Al Qaeda.

"Tentara Pakistan, ISI (dinas intelijen Pakistan), melatih Al-Qaeda dan semua kelompok ini untuk memerangi (Uni Soviet) di Afghanistan," kata Khan. “Ada juga hubungan antara Pakistan (dan Al-Qaeda) - harus ada hubungan - karena mereka melatihnya. Setelah 9/11, ketika kami berbelok 180 derajat dan mengejar kelompok-kelompok itu, Anda tahu, tidak semua orang setuju dengan kami. Di tentara, orang-orang tidak setuju dengan kami."

BACA JUGA: 8 Tahun Kematian Osama bin Landen, Al Qaeda Bangkit Diam-Diam

Menanggapi pertanyaan terpisah, Khan menyatakan bahwa AS membantu Pakistan untuk "mengatur perlawanan" terhadap pendudukan Soviet di Afghanistan. Dia berargumen bahwa pada 1980-an, "jihadis adalah pahlawan," tetapi setelah konflik berakhir, Islamabad "ditinggalkan bersama" kelompok-kelompok ekstremis yang telah AS bantu ciptakan.

Al-Qaeda didirikan pada 1988, menjelang akhir Perang Soviet-Afghanistan. Kelompok itu adalah bagian dari Mujahidin yang pernah dianggap penting, yang menerima dukungan dari AS, Pakistan, dan negara-negara lain dalam pemberontakan mereka melawan Soviet.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini