nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Strategi 3 Calon Rektor UI agar Alumni Tak Hengkang ke Luar Negeri

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Rabu 25 September 2019 14:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 25 65 2109153 strategi-3-calon-rektor-ui-agar-alumni-tak-hengkang-ke-luar-negeri-Lt8ITJ2ahD.jpg Kampus Universitas Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Debat publik calon rektor Universitas Indonesia (UI) berlangsung hari ini. Terdapat 3 calon rektor UI yang berjuang dengan debat sebagai penilaian akhir para Majelis Wali Amanat (MWA) dan Menristekdikti.

Dalam debat tersebut, terdapat pertanyaan yang cukup menarik bagi para calon rektor. Antara lain, bagaimana cara untuk menjaga lulusan UI agar bisa tetap dimanfaatkan UI dan tidak terkena brain drain. Pasalnya, fenomena brain drain sudah muncul dari dulu di mana para lulusan lebih memilih untuk menjalani karier di luar negeri dibanding di negara sendiri.

Baca Juga: Dari 7 Orang, Inilah 3 Calon Rektor Berebut Kursi Nomor Satu UI

Untuk itu, ketiga calon rektor UI pun menjawab. Jawaban mereka juga bervariasi.

"Karier itu tidak hanya fungsional, tapi juga struktural seperti jadi dekan. Uang bukan segalanya, bisa juga mengandalkan faktor pride karena bangga jadi lulusan UI. Kita harap mereka anggap UI sebagai rumah bukan sebagai kantor," jawab Ari Kuncoro sebagai calon rektor nomor urut 2 di Makara Art Center UI, Rabu (25/9/2019).

Kampus UI

Berbeda dengan Ari, Budi Wiweko (calon rektor nomor 3) menganggap bahwa perlu dilakukan brain gain untuk mengatasi brain drain. Meski demikian, ia mengaku akan memaklumi lulusannya jika ingin tetap menetap di luar negeri, tapi ada syaratnya.

"Mengatasi masalah brain drain, kita lakukan brain gain. Maka dari itu China tidak pernah takut kirim rakyatnya sekolah di luar negeri. Untuk menjaga konsep brain gain, pemimpin universitas harus siap infrastruktur, agar bekas mahasiswa mereka mau pulang. Kalau dia pergi, dia akan pulang. Kemudian pendidikan karakter, bahwa mereka adalah merah putih. Kalau Anda berangkat, ya pulang. SDM kita boleh tetap di luar negeri tapi dia harus jadi profesor di sana, jadi kepala lab, jadi dekan di sana. Itulah yang China kerjakan," tutur Budi.

Baca Juga: 7 Calon Rektor Berebut Kursi Nomor Satu UI

Dan terakhir jawaban datang dari Abd Haris selaku calon rektor UI nomor urut 1. Dia melihat universitas harus bisa membuat para lulusannya betah. Tapi, peran UI harus tetap ada, salah satunya memberikan fasilitas.

"Lagi-lagi saya melihat bahwa problem untuk membuat SDM kita biar bisa stay home, kita harus buat ekosistem. Kalau ekosistem kita bangun, maka SDM kita bisa berkata di universitas. Saya merasakan dulu awal masuk ke FMIPA UI enggak kebayang jadi apa. Tapi karena kami sering bergaul di universitas, membuat nyaman untuk tetap di universitas. Kita harus berikan fasilitas agar SDM kita betah. Sekarang researcher atau dosen mulai nyaman karena atmosfer nyamannya bisa muncul," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini