nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menristekdikti Imbau Mahasiswa Utamakan Dialog Akademis disbanding Anarkis

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 26 September 2019 17:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 26 65 2109721 menristekdikti-imbau-mahasiswa-utamakan-dialog-akademis-disbanding-anarkis-SQe6cyjLHW.jpg Menristekdikti Mohamad Nasir. (Foto: Okezone.com/Kemenristekdikti)

JAKARTA - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong pimpinan perguruan tinggi membuat forum terbuka untuk berdialog tentang gagasan, masukan ataupun kritik yang menjadi kegelisahan mahasiswa. Tujuannya supaya para mahasiswa menyalurkan aspirasi secara konstitusional dan tidak melakukan tindakan anarkis.

“Jangan sampai melakukan hal anarkis dan jangan sampai melakukan tindakan-tindakan yang inkonstitusional. Oleh karena itu saya mendorong para pimpinan perguruan tinggi untuk membuka forum," ungkap Mohamad Nasir, dalam keterangannya, Kamis (26/9/2019).

Baca Juga: Menristekdikti Pamer Pendidikan Tinggi RI di Northern Illinois University

Nasir pun mengapresiasi aspirasi mahasiswa Indonesia yang disampaikan melalui berbagai unjuk rasa di berbagai daerah terkait berbagai isu terkini, baik terkait penanganan asap kebakaran hutan, penanganan masalah Papua, hingga Rancangan Undang Undang berbagai sektor yang tengah dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Demo di Gedung DPRD Kota Malang Ricuh, 3 Orang Terluka

Hal tersebut menunjukkan mahasiswa memiliki perhatian terhadap masalah-masalah bangsa. Namun demikian, Menteri Nasir mengajak mahasiswa sebagai insan intelektual mengedepankan dialog akademis untuk membahas permasalahan yang ada.

Baca Juga: Pesan Terakhir Eyang Habibie di Hakteknas 2018: Anak Muda Indonesia Harus Lebih Hebat dari Saya

Dia menyampaikan bahwa Presiden Jokowi Widodo telah memerintahkan untuk melakukan dialog-dialog akademis untuk menampung aspirasi mahasiswa dan masyarakat lainnya. Pendekatan dialog akademis dinilai lebih tepat untuk membahas sebuah gagasan dan juga dapat menghindarkan mahasiswa dari unjuk rasa terbuka yang rentan disusupi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menteri Nasir menyampaikan saat ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah memenuhi tuntutan mahasiswa, mencakup menunda pengesahan dan akan membahas kembali Rancangan Undang-undang (RUU) Kitab Undang-undang Hukum Pidana, RUU Pertanahan, RUU Mineral dan Batubara (Minerba), dan RUU Pemasyarakatan (PAS). Selain itu oknum dan perusahaan yang terlibat pembakaran hutan sudah ditindak aparat Kepolisian.

“Sebagian besar tuntutan mahasiswa sudah diakomodir. Melalui forum diskusi dan dialog, mahasiswa dapat menyampaikan ide, masukan ataupun kritik terhadap poin-poin yang dianggap belum mencapai titik temu. Dialektika ide sangat penting dalam dunia akademis” ungkap Menristekdikti.

Menristekdikti mengatakan saat ini dia telah menjadwalkan kunjungan ke beberapa perguruan tinggi untuk membuka pintu-pintu dialog dengan masyarakat. Menristekdikti meminta pimpinan perguruan tinggi untuk menjaga penyaluran aspirasi mahasiswa sesuai mekanisme aturan perundang-undangan yang berlaku.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini