nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intip Mobil Berbahan Bakar Reaksi Kimia yang Siap Berlaga di Sydney

Delia Citra, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 11:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 27 65 2109986 intip-mobil-berbahan-bakar-reaksi-kimia-yang-siap-berlaga-di-sydney-5ZPB2A1Ebx.jpg Mobil Berbahan Bakar Reaksi Kimia (Foto: ITS)

JAKARTA - Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali hadir dengan inovasi terbarunya yaitu mobil Spektronics Aeiro Superior (AS). Mobil purwarupa berbahan bakar reaksi kimia ini disiapkan untuk menjajaki kompetisi Chemeca 2019 yang diadakan di Sydney, Australia awal Oktober.

General Manager Tim Spektronics ITS Mokhammad Rifqi Furtiansyah menjelaskan, mobil yang pernah menjuarai kompetisi di Malaysia dan Amerika Serikat pada 2017 lalu ini mengalami beberapa inovasi, mulai dari kadar penggunanaan bahan bakar hingga jenis gerak yang dihasilkan.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Kembangkan Zat Aditif Pelumas Mesin Kapal

Lanjut Rifqi, mobil besutan tim chem-e-car pertama di Indonesia yang berbahan bakar reaksi Hidrogen Peroksida (H2O2) ini menggunakan Ferri Klorida (FeCl3) sebagai katalisator. Dengan begitu, konsentrasi H2O2 yang digunakan dapat diturunkan dari yang mulanya 30% menjadi 15%.

“Meskipun demikian, energi yang dihasilkan dari reaksi H2O2 tidak mengalami penurunan,” klaim mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS ini dikutip dari website resmi ITS, Jumat (27/9/2019).

 Baca Juga: Kakek Gondo, Wisudawan Tertua ITS yang Lulus Berpredikat Cumlaude

Selain itu, volume H2O2 yang digunakan pun mengalami penurunan. Untuk mencapai jarak 30 meter hanya memerlukan H2O2 sebanyak 65 mililiter. Fakta ini sangat menguntungkan jika dibandingkan mobil generasi sebelumnya yang menghabiskan lebih dari 100 mililiter.

 Mobil

Menurut Rifqi, dari segi percepatan mobil ini juga mengalami perbaikan. Dibanding mobil generasi sebelumnya percepatan mobil ini dapat dibilang diperlambat karena dengan begitu kecepatan yang dihasilkan Spectronics AS menjadi lebih konstan.

Yang lebih menarik dari mobil ini adalah emisi yang dihasilkan. Tak seperti mobil pada umumnya, mobil rakitan mahasiswa ITS ini hanya mengeluarkan emisi berupa air dan oksigen sehingga membuat mobil ini menjadi mobil yang sangat ramah lingkungan.

Terlepas dari segala keunggulan tersebut ada tantangan yang menanti di Chemeca tahun ini. Tantangan tersebut adalah perbedaan suhu antara Indonesia dan Australia yang sangat signifikan berpotensi memengaruhi reaksi kimia dari Spectronics AS ini.

Untuk mengatasi hal tersebut, Spectronics AS telah dilengkapi termo controller untuk mengatur suhu reaktor agar bisa menyesuaikan kondisi suhu di Australia. Namun, masih ada tantangan lain yang membuat Rifqi khawatif. Mahasiswa angkatan 2016 ini menginformasikan kepada kru ITS Online, jika kali ini mereka akan menghadapi saingan yang berat, yaitu tim dari King Fahd University of Petroleum and Minerals, Saudi Arabia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini