nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Canggihnya Pesawat Tanpa Awak Besutan Tim Bayucaraka ITS

Delia Citra, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 12:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 27 65 2109990 mengenal-canggihnya-pesawat-tanpa-awak-besutan-tim-bayucaraka-its-OVveMVoF80.jpg Bayucaraka ITS (Foto: ITS)

JAKARTA - Tim Bayucaraka dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sudah siap berlaga kembali di Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) di Pasuruan pada Oktober, setelah sukses ukir prestasi internasional pada ajang robot terbang di Turki.

Kesiapan tim Bayucaraka ini dinyatakan dengan launching lima prototype pesawat tanpa awak di Gedung Pusat Robotika ITS.

 Baca Juga: Intip Mobil Berbahan Bakar Reaksi Kimia yang Siap Berlaga di Sydney

Ketua Divisi Technology Development Airframe Manufacture Ahmad Iqbal Pratama menyebutkan bahwa terdapat empat divisi yang akan berangkat di ajang KRTI. Yakni divisi Racing Plane (RP), Fixed Wing (FW), Technology Development (TD), dan Vertical Take Off and Landing (VTOL). Adapun divisi TD memiliki dua kategori, yakni TD Air Frame Manufacture dan TD Flight Control.

“Jadi, pesawat tanpa awak yang akan dilombakan nantinya berjumlah lima,” ungkapnya dikutip laman resmi ITS, Jumat (27/9/2019).

 Baca Juga: Mahasiswa ITS Kembangkan Zat Aditif Pelumas Mesin Kapal

Setiap pesawat memiliki keunggulan masing-masing. Untuk Racing Plane sendiri, pesawat diharuskan untuk melaju dengan kecepatan yang tinggi, sehingga dapat mengalahkan kecepatan pesawat kompetitor.

 Bayucaraka ITS

Mahasiswa yang akrab disapa Iqbal itu mengungkapkan, pesawat tanpa awak dengan nama subtim JatayuJet_10 tersebut dapat menempuh jarak 700 meter bolak-balik dengan kecepatan 198 kilometer per jam. Selain itu, terdapat divisi Fixed Wing yang memiliki keunggulan dapat menerbangkan pesawat selama tiga jam.

Divisi dengan nama subtim NAYAV3 ini, lanjut Iqbal, diharuskan untuk membuat peta dan monitoring melalui penerbangan pesawat. Sehingga, pesawat divisi ini harus bisa mengambil gambar dengan resolusi yang tinggi dan waktu yang cepat.

Sementara Tim Bayusuta yang merupakan nama tim divisi TD, mengaku hanya mengikuti dua dari tiga kategori. “Kita tidak ikut Propulsion System, karena hanya riset di Airframe Manufacture dan Flight Controller. Jadi belum ada dasar,” tutur Iqbal memberi alasan.

 Bayucaraka ITS

Pada TD Airframe Manufacture, beber Iqbal lagi, pesawat telah dikembangkan untuk dapat melakukan take off dan landing secara vertikal tanpa memerlukan landasan pacu. Sedangkan untuk TD Flight Controller, pesawat dikembangkan pada bagian augmented reality yang nantinya akan menjadi ciri khas dari ITS.

Lebih lanjut, divisi VTOL dengan nama tim Soeromiber diharuskan merancang drone untuk mengambil barang dan meletakkan di sejumlah area tertentu dengan tepat.

Kelima pesawat tanpa awak dengan masing-masing inovasi yang diusung itu diakui telah memiliki kesiapan penuh untuk berlaga di KRTI 2019 mendatang. Harapannya, tim Bayucaraka ITS dapat kembali meraih Juara Umum pada KRTI 2019 ini dan mampu mendukung perkembangan teknologi dirgantara Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini