Minat Baca Rendah, Fungsi Perpustakaan Harus Ditambah

Delia Citra, Okezone · Jum'at 27 September 2019 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 27 65 2110126 minat-baca-rendah-fungsi-perpustakaan-harus-ditambah-00E582aftf.jpg Ilustrasi Perpustakaan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar seminar bertema penerapan teknologi IoT untuk mendukung pelayanan perpustakaan di Hotel Sartika Premiere. Hal ini didasari karena Internet of Things (IoT) di era revolusi industri memiliki kemampuan untuk mentransfer data tanpa adanya interaksi antar manusia yang mampu mendisrupsi peran pustakawan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Dr Ir H Abdul Hamid MP mengatakan, minat baca untuk Jawa Timur berada pada urutan ketiga skala nasional dengan angka 73,9%. Target pada 2020 akan naik lebih dari 75,1% dengan sasaran utama mahasiswa.

Baca Juga: Kepala Perpusnas: Literasi Bukan Sekedar Membaca

Hamid memaparkan, fungsi dan fasilitas perpustakaan saat ini perlu ditambahkan. Contohnya fasilitas untuk membaca dan meminjam yang hingga saat ini dibatasi oleh jam layanan. Dengan perkembangan teknologi, perpustakaan dapat menyediakan buku digital. Sehingga masyarakat tidak akan terbatas jam layanan perpustakaan.

Selain itu, dibutuhkan penambahan fungsi dari perpustakaan. Seperti fungsi perpustakaan yang awalnya untuk membaca ditambahkan fungsi sebagai working space. “Pasti banyak masyarakat yang akan mengunjungi perpustakaan dengan fungsi tambahan,” terangnya dikutip dari laman resmi ITS, Jumat (27/9/2019).

Baca Juga: 8 Perpustakaan dengan Katalog Terbanyak di Dunia

Setiap inovasi tersebut pasti mendatangkan manfaat sekaligus risiko. Salah satu risikonya adalah disrupsi peran pustakawan dan menurunnya fungsi perpustakaan konvensional.

Hamid menambahkan, komitmen antarpustakawan dalam membuat inovasi dapat menjadi pencegah penurunan peran perpustakaan dan pustakawan. Selama pustakawan mampu menumbuhkan keyakinan orang,, perpustakaan fisik tidak akan tergusur. “Salah satunya yakni dengan membangun perpustakaan berbasis enterpreneur,” pungkasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini