nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa Tolak Ketemu Presiden, Menristekdikti: Perlu Dialog Bukan Pidato Publik

Taufik Budi, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 16:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 27 65 2110140 mahasiswa-tolak-ketemu-presiden-menristekdikti-perlu-dialog-bukan-pidato-publik-7jgNcRBuEm.jpg Menristekdikti Mohamad Nasir. (Foto: Okezone.com/Kemenristekdikti)

SEMARANG - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir menyesalkan sikap mahasiswa yang memutuskan untuk menolak bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terlebih, mahasiswa mengajukan syarat untuk bertemu Presiden yakni di ruang terbuka agar bisa disaksikan secara langsung oleh publik.

"Saya enggak tahu menolak pertemuan karena apa? (Kalau menolak di ruang tertutup) Tapi di ruang terbuka (agar bisa disaksiskan seluruh mahasiswa di Indonesia) itu namanya bukan dialog tapi itu pidato publik," kata M Nasir di Kamus Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jumat (27/9/2019).

Baca Juga: Menristekdikti Imbau Mahasiswa Utamakan Dialog Akademis disbanding Anarkis

Nasir pun akan menjalin komunikasi dengan staf kepresidenan untuk memastikan kabar penolakan mahasiswa tersebut.

"Terus terang saya nanti nunggu arahan Pak Presiden, tapi yang jelas kalau saya saya belum dapat informasi yang detail seperti apa. Nanti saya akan berkomunikasi dengan staf kepresidenan," jelasnya.

Demo di Gedung DPRD Kota Malang Ricuh, 3 Orang Terluka

Dia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk kembali ke kampus dan mengedepankan sikap akademik dalam menilai suatu persoalan. Langkah itu untuk menyikapi aksi unjuk rasa yang digelar maraton di berbagai daerah terkait pengesahan RKUHP dan RUU kontroversial lain, serta meminta pembatalan revisi UU KPK.

Baca Juga: Menristekdikti Pamer Pendidikan Tinggi RI di Northern Illinois University

"Terus terang kami mengajak mahasiswa untuk ke kampus untuk belajar yang lebih baik. Kalau ingin membahas RUU yang telah dipersoalkan maka mari kita bicarakan. Apakah RUU yang menyangkut KUHP, RUU tentang agraria, RUU yang menyangkut masalah Minerba, maupun RUU lain yang sekarang sedang dipersoalkan," tandasnya.

Sekadar diketahui, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menolak ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bertemu pada hari ini, Jumat (27/9/2019). Mereka menilai yang dibutuhkan bukan sekadar pertemuan melainkan sikap konkret untuk memenuhi tuntutan.

Mereka mengajukan syarat kepada Jokowi jika ingin bertemu yakni dilaksanakan secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh publik melalui siaran televisi nasional. Pertemuan tersebut harus menjamin bahwa nantinya akan ada kebijakan yang konkret demi terwujudnya tatanan masyarakat yang lebih baik.

Jokowi sebelumnya menyebut akan menggelar pertemuan dengan kalangan mahasiswa hari ini. Namun, belum diketahui kapan waktu persis pertemuan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini