nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang Ibu Tenggelamkan Bayinya di Bak Mandi karena Suami Selingkuh

CDB Yudistira, Jurnalis · Minggu 29 September 2019 22:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 29 525 2110786 seorang-ibu-tenggelamkan-bayinya-di-bak-mandi-karena-suami-selingkuh-prsVgPmI2s.jpg

BANDUNG - Yani Nurjana tega menenggelamkan anak bayinya yang baru berusia tiga bulan, karena sakit hati suaminya selingkuh.

Bayi Yani, yang diketahui bernama Nuraisa pada Sabtu 28 September 2019 di Kampung Cisuren, Desa Sukagalih, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, ditemukan tewas dalam bak mandi.

"Korban sengaja ditenggelamkan oleh ibunya sendiri," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Minggu (29/9/2019).

Truno mengatakan, bayi malang tersebut ditemukan tewas oleh kerabat keluarga pelaku. Polisi saat mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan.

Saat ditemukan, korban berada di dalam bak air sedalam satu meter setengah dalam keadaan terlentang. Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui pelaku pembunuhan merupakan ibu kandung bayi tersebut. Kepada polisi pelaku mengaku menghabisi bayi tersebut, saat pelaku akan memandikan korban.

Ilustrasi

"Korban saat itu menangis dan membuat kesal pelaku, akhirnya korban dimasukan ke dalam bak mandi dan ditinggalkan oleh pelaku," ucapnya.

Saat dimintai keterangan, pelaku mengaku tega melakukan hal itu pada darah dagingnya sendiri karena kesal terhadap suaminya yang diketahui pernah berselingkuh.

"Pelaku teringat suaminya yang selingkuh saat pelaku mengandung di usia tujuh bulan," katanya.

Atas perbuatannya polisi terapkan Pasal 80 Ayat (3) Uu RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima bela5) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.3.000.000.000- (tiga miliar rupiah).

Kemudian Pasal 80 Ayat (4) UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perindungan Anak: pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut orang tuanya paling lama 15 (lima belas) tahun.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini