nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pangeran Arab Saudi Lebih Suka Jalan Damai daripada Perang dengan Iran

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 30 September 2019 17:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 30 18 2111038 pangeran-arab-saudi-lebih-suka-jalan-damai-daripada-perang-dengan-iran-8C7XixVuhn.jpg Pangeran mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. (Foto/Reuters)

WASHINGTON - Pangeran mahkota Arab Saudi lebih memilih jalan damai daripada opsi militer terhadap Iran yang dituduh dalang serangan ke fasilitas minyak Saudi.

"Jika dunia tidak mengambil tindakan yang kuat dan tegas atas Iran, kita akan melihat eskalasi lebih yang akan mengancam kepentingan dunia," kata Mohammed bin Salman dalam wawancara dengan CBS mengutip Reuters, Senin (30/9/2019).

Pasokan minyak, kata dia akan terganggu dan harga minyak akan melonjak ke angka yang tak terbayangkan sebelumnya.

Mohammed mengatakan ia setuju dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bahwa serangan ke fasilitas minyak terbesar di dunia itu adalah pernyataan perang oleh Iran.

Baca juga: Puing Senjata Buktikan Iran di Balik Serangan Fasilitas Minyak Saudi

Baca juga: Sistem Pertahanan Udara Arab Saudi Tak Berdaya Hadapi Serangan Drone

Foto/Reuters

Namun dia mengatakan lebih suka resolusi damai karena perang antara Arab Saudi dan Iran akan menghancurkan ekonomi global.

Amerika Serikat, sejumlah negara Eropa dan Arab Saudi menuduh Iran telah menyerang Aramco hingga menurunkan 5% pasokan minyak di dunia. Namun, kelompok Houthi di Yaman yang berpihak ke Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

"Solusi politik dan damai jauh lebih baik daripada solusi militer," kata Mohammed.

Putra Mahkota juga mengatakan Presiden AS Donald Trump harus bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani untuk membuat kesepakatan baru mengenai program nuklir Teheran dan pengaruhnya di seluruh Timur Tengah.

Upaya menyatukan keduanya di Majelis Umum PBB gagal. Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat karena AS menarik diri dari perjanjian nuklir Iran dan memberlakuan sanksi ekonomi terhadap Teheran.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini