nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Adik Presiden Iran Dijatuhi Hukuman Lima Tahun Penjara

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 01 Oktober 2019 16:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 01 18 2111575 adik-presiden-iran-dijatuhi-hukuman-lima-tahun-penjara-H7DZ7m57Dn.jpg Hossein Fereydoun. (Foto: AFP)

TEHERAN – Hossein Fereydoun, adik sekaligus orang dekat Presiden Iran, Hassan Rouhani dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh pengadilan Iran. Fereydoun sebelumnya terlibat dalam negosiasi yang menghasilkan kesepakatan program nuklir Iran pada 2015.

Laporan kantor berita Fars mengutip Juru Bicara Kehakiman Gholamhossein Esmaili mengatakan bahwa Fereydoun mungkin menghadapi tuntutan lebih lanjut dalam kasus lain. Namun, dia tidak memberikan perincian lebih lanjut tentang kasus yang saat ini dihadapi Fereydoun.

BACA JUGA: Adik Presiden Iran Hassan Rouhani Dijebloskan ke Penjara

Pada Mei, Fereydoun dijatuhi hukuman penjara yang tidak diketahui detailnya karena tuduhan korupsi. Persidangan Fereydoun dimulai awal Februari tahun ini. Dia sebelumnya telah ditahan pada 2017, tetapi kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Sebelumnya Esmaili mengatakan bahwa pengadilan Iran telah menghukum mati seorang mantan pejabat Departemen Pertahanan yang didakwa melakukan kegiatan mata-mata untuk Amerika Serikat (AS).

"Seorang mata-mata yang bekerja untuk Kementerian Pertahanan Iran dijatuhi hukuman mati atas tuduhan mata-mata untuk Amerika Serikat," kata Esmaili seperti dikutip oleh saluran TV resmi Iran yang dilansir Sputnik.

BACA JUGA: Dua Hari Ditahan, Adik Presiden Iran Dilarikan ke Rumah Sakit

Menurut Esmaili, tiga orang lainnya dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dengan tuduhan yang sama. Dua dari mereka dituduh menjadi mata-mata AS sementara seorang lainnya menghadapi hukuman penjara karena menjadi agen intelijen untuk Inggris.

Kantor berita Mirzan mengatakan, terdakwa telah mengajukan banding ke Mahkamah Agung atas putusan hukuman mati itu. Di Iran, berbagai pelanggaran dapat dijatuhi hukuman mati, termasuk spionase dan pengkhianatan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini