nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rekaman Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi: Saya Mendengarkan Musik Sambil Memotong-Motong Mayat

Selasa 01 Oktober 2019 21:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 01 18 2111686 rekaman-pembunuhan-jurnalis-jamal-khashoggi-saya-mendengarkan-musik-sambil-memotong-motong-mayat-zN8KU8BKXf.jpg Jamal Khashoggi. (Foto/Aawsat)

SAYA menyusuri sebuah jalan di kawasan sepi di Istanbul, Turki, dan mendekati villa berwarna krem yang dilengkapi kamera CCTV.

“Saya” yang dalam naskah ini adalah koresponden BBC yang tidak diungakap namanya, Okezone hanya menyadur isi dari naskah asli.

Setahun lalu, seorang jurnalis asal Arab Saudi yang berada dalam pengasingan menempuh perjalanan yang sama. Jamal Khashoggi - jurnalis Arab Saudi itu - tertangkap kamera CCTV tersebut. Itu adalah gambar terakhir yang memperlihatkan dirinya.

Ia masuk ke dalam Konsulat Arab Saudi dan dihabisi oleh sekelompok pembunuh.

Akan tetapi, gedung konsulat itu disadap oleh pihak intelijen Turki - seluruh aksi perencanaan dan eksekusi pembunuhan terekam. Rekaman itu baru didengar oleh sedikit orang. Dua di antara mereka kini telah berbicara kepada program BBC Panorama secara eksklusif.

Foto/Reuters

Salah satunya adalah pengacara Inggris, Baroness Helena Kennedy. Dia mengaku mendengarkan rekaman suara ketika Jamal Khashoggi berada di dalam gedung konsulat hingga detik-detik kematiannya.

"Kengerian mendengarkan suara seseorang, ketakutan pada suara seseorang, dan bahwa Anda mendengarkannya secara langsung. Itu membuat tubuhku merinding."

Kennedy membuat catatan terperinci tentang pembicaraan yang ia dengar antar-anggota kelompok pembunuh Arab Saudi itu.

"Anda bisa mendengar mereka tertawa. Ini adalah bisnis yang mengerikan. Mereka menunggu di sana, mengetahui bahwa pria ini akan masuk dan bahwa ia akan dibunuh dan dipotong-potong."

Kennedy diundang untuk bergabung dengan sebuah tim yang dikepalai Agnès Callamard, pelapor khusus PBB untuk kasus pembunuhan di luar proses hukum.

Foto/Reuters

Callamard, seorang pakar hak asasi manusia (HAM), memberi tahu saya tentang tekadnya untuk menggunakan mandatnya sendiri menyelidiki pembunuhan itu, ketika PBB terbukti enggan melakukan penyelidikan kejahatan internasional.

Perlu waktu satu minggu baginya untuk membujuk intelijen Turki agar ia dan Kennedy, bersama dengan penerjemah bahasa Arab mereka, diperbolehkan mendengarkan rekaman itu.

"Niat jelas dari pihak Turki untuk memberi saya akses, adalah untuk membantu saya membuktikan adanya perencanaan dan pemikiran sebelumnya," ujarnya.

Mereka dapat mendengarkan rekaman sepanjang 45 menit, yang diambil dari rekaman berdurasi dua hari penting itu.

Jamal Khashoggi sudah ada di Istanbul—sebuah kota di mana para musuh berbagai rezim di seantero Timur Tengah sudah lama mendapatkan perlindungan—selama beberapa minggu sebelum akhirnya dibunuh.

Sosok ayah empat anak berusia 59 tahun ini baru-baru itu bertunangan dengan Hatice Cengiz, peneliti akademik asal Turki.

Mereka berharap bisa membangun kehidupan bersama di kota kosmopolitan itu. Akan tetapi, agar bisa menikah kembali, Khashoggi memerlukan dokumen-dokumen perceraiannya.

Pada 28 September, ia dan Cengiz mengunjungi sebuah kantor kotamadya Turki, namun diberitahu bahwa mereka perlu mengambil dokumennya dari Konsulat Arab Saudi.

"Ini adalah pilihan terakhir. Ia harus pergi dan mengambil dokumen itu dari kantor konsulat agar kami bisa secara resmi menikah karena ia tidak bisa pulang ke negaranya sendiri," ujar Cengiz kepada saya, ketika kami bertemu di sebuah kafe.

Khashoggi bukanlah orang yang terasing dari negaranya sejak dulu. Saya pertama kali bertemu dirinya 15 tahun lalu di kedutaan besar Arab Saudi di Mayfair London. Saat itu ia berada tepat di jantung pemerintahan Arab Saudi—seorang ajudan duta besar yang mahir berbicara.

Foto/Reuters

Kami mendiskusikan serangan teror terbaru yang dilakukan al-Qaeda saat itu. Khashoggi telah mengenal pimpinan kelompok tersebut yang juga berasal dari Saudi, Osama bin Laden, selama berpuluh-puluh tahun.

Awalnya Khashoggi punya rasa simpati terhadap tujuan al-Qaeda untuk meruntuhkan rezim otokratis Timur Tengah.

Namun kemudian, ia berbicara menentang kekejaman kelompok itu ketika pandangannya menjadi lebih liberal dan ia mememperjuangkan demokrasi.

Pada 2007, ia kembali ke Arab Saudi untuk menyunting surat kabar pro-pemerintah, al-Watan. Tetapi ia kemudian dipecat tiga tahun kemudian akibat apa yang ia gambarkan "mendorong batas-batas perdebatan di dalam kalangan masyarakat Saudi".

Pada 2011, terinspirasi oleh peristiwa Arab Spring (kebangkitan dunia Arab), Khashoggi bersuara menentang apa yang ia lihat sebagai rezim Saudi yang represif dan otokratis.

Pada 2017, ia dilarang menulis dan pergi mengasingkan diri ke Amerika. Istrinya dipaksa menceraikannya.

Khashoggi menjadi kontributor untuk Washington Post, di mana ia menulis 20 kolom bernada keras pada tahun sebelum ia meninggal.

Foto/Reuters

"Ketika ia menjadi editor di bidang Kerajaan, ia akan melewati garis merah," ungkap temannya, David Ignatius, kolumnis senior urusan luar negeri dan wartawan investigasi The Post.

"Apa yang saya lihat dengan Jamal adalah ia terus membuat dirinya terlibat masalah gara-gara menyuarakan pendapatnya."

Kebanyakan kritik yang dilayangkan Khashoggi diarahkan kepada putra mahkota yang baru, Mohammed bin Salman.

MBS, singkatan yang digunakan untuk menyebut namanya, dikagumi oleh banyak orang Barat. Ia dianggap sebagai reformis dan membawa gelombang modernisasi dengan visi yang baru untuk negaranya.

Namun di kampung halamannya, di Arab Saudi, ia menindak perbedaan pendapat dan Khashoggi menyoroti kasus tersebut di halaman The Post.

Itu bukanlah citra yang ingin ditampilkannya.

"Saya rasa hal itu secara khusus membuat jengkel sang putra mahkota, dan dia terus meminta para pembantunya untuk melakukan sesuatu dengan masalah Jamal ini," kata Ignatius, yang secara teratur mengunjungi Saudi dan menulis kondisi politik di sana.

Di Istanbul, pemerintah Saudi diberi kesempatan untuk "melakukan sesuatu" dengan Khashoggi.

Pada hari pertamanya mengunjungi gedung konsulat, tunangannya, Cengiz, harus tetap berada di luar gedung.

Ia ingat Khashoggi keluar dari gedung itu dengan wajah semringah. Ia mengatakan kepadanya bahwa para pejabat konsulat terkejut melihatnya dan menawarinya kopi dan teh.

"Ia bilang tidak ada yang perlu ditakutkan, ia sangat merindukan negaranya dan menghirup udara yang familiar itu membuatnya sangat senang."

Khashoggi diminta untuk kembali lagi ke sana dalam beberapa hari.

Namun, begitu ia pergi, sejumlah panggilan telepon ke Riyadh, Arab Saudi tercatat—semuanya terekam oleh intelijen Turki.

"Yang menarik dengan panggilan-panggilan telepon ini adalah bahwa mereka merujuk kepada Khashoggi sebagai salah satu orang yang tengah dicari," ujar Callamard.

Foto/Al Araby

Panggilan telepon pertama diyakini telah membuat pembantu paling berkuasa yang mengoperasikan kantor komunikasi MBS—Saud al-Qahtani, berwaspada.

"Seseorang di kantor komunikasi telah mengizinkan dilakukannya misi itu. Masuk akal untuk melihat rujukan ke kantor komunikasi itu sebagai rujukan ke sosok Saud al-Qahtani," lanjutnya.

"Ia telah ditunjuk secara langsung dalam berbagai kampanye melawan orang-orang lainnya."

Al-Qahtani sendiri telah diduga terlibat dalam kasus penahanan dan penyiksaan para pemberontak di Saudi, seperti aktivis perempuan yang berani mengemudi sebelum larangan dicabut, dan orang-orang penting yang dicurigai tidak loyal.

Dalam tulisannya, Khashoggi menuduh Qahtani menjalankan sebuah "daftar hitam" bagi sang putra mahkota.

"Qahtani mulai melakukan berbagai layanan luar biasa—operasi hitam rahasia," ujar Ignatius, yang telah menginvestigasi pembantu kerajaan itu. "Itu menjadi bagian dari portofolionya dan ia melakukannya dengan bentuk kekejaman tertentu."

Terdapat rekaman atas setidaknya empat panggilan telepon pada 28 September antara kantor konsulat dengan Riyadh. Termasuk perbincangan antara konsulat jenderal dengan kepala keamanan Kementerian Luar Negeri, yang mengatakan kepadanya sebuah misi sangat rahasia - "tugas nasional" - tengah direncanakan.

Tak ada keraguan di kepala saya bahwa ini adalah sebuah misi yang secara serius, diorganisir dengan baik dari atas," ujar Kennedy.

"Ini bukan operasi sampingan yang rapuh dan asing."

Pada siang hari tanggal 1 Oktober, tiga pegawai intelijen Arab Saudi terbang ke Istanbul. Diketahui bahwa dua di antara mereka bekerja untuk kantor putra mahkota.

Callamard yakin mereka sedang dalam misi pengintaian.

"Mereka mungkin menilai gedung konsulat, menentukan apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan."

Di sebuah teras menghadap Bosphorus yang tenang dan teduh di Istanbul, saya bertemu dengan mantan pegawai intelijen Turki yang sudah mengantongi pengalaman selama 27 tahun di sana.

Metin Ersöz adalah seorang pakar dalam isu Arab Saudi dan berbagai misi operasi khusus mereka. Ia mengatakan bahwa dinas intelijen negara tersebut menjadi lebih agresif setelah Mohammed bin Salman menjadi putra mahkota.

"Mereka mulai melakukan operasi penculikan dan menekan para pembangkang," katanya.

"Khashoggi terlambat mengenali ancaman dan mengambil tindakan pencegahannya, dan ia nantinya harus membayar mahal untuk itu."

Pada dini hari tanggal 2 Oktober, sebuah jet pribadi mendarat di bandara Istanbul.

Di dalamnya terdapat sembilan orang Saudi - termasuk seorang ahli patologi forensik bernama dr Salah al-Tubaigy.

Setelah memeriksa identitas dan latar belakang mereka, Callamard percaya ini adalah regu pembunuh Khashoggi.

"Operasi itu dilakukan oleh pejabat negara, (di mana) mereka bertindak dalam kapasitas resmi mereka," katanya.

"Dua dari mereka memiliki paspor diplomatik."

Foto/Reuters

Ersöz mengatakan bahwa misi seperti ini - sebuah operasi khusus - akan membutuhkan persetujuan dari Raja Arab Saudi atau putra mahkota.

Regu pembunuh asal Saudi itu menginap di Hotel Mövenpick yang besar tapi tetap terbuka untuk umum. Lokasinya hanya beberapa menit dari gedung konsulat dengan berjalan kaki.

Tepat sebelum jam 10, video CCTV menunjukkan salah satu anggota regu pembunuh itu memasuki gedung konsulat Arab Saudi.

Dari apa yang ia dengar dalam rekaman, Kennedy yakin bahwa Maher Abdulaziz Mutreb lah yang menjalankan operasi tersebut.

Mutreb secara teratur terlihat ikut mendampingi putra mahkota saat bepergian, dalam diam berada di belakang, tampak dekat dengan sang putra mahkota karena merupakan bagian dari detil keamanannya.

"Dalam panggilan telepon antara pihak konsulat jenderal dengan Mutreb, terdapat rujukan terhadap sebuah fakta bahwa 'kami mendengar kabar Khashoggi akan datang hari Selasa'," kata Kennedy.

Kemudian, masih di pagi hari tanggal 2 Oktober, Khashoggi menerima telepon yang memberitahunya bahwa ia bisa datang ke konsulat untuk mengambil dokumennya.

Selagi ia dan tunangannya, Cengiz, berjalan menuju gedung konsulat, percakapan telepon yang mengerikan dan mengejutkan tengah terjadi di dalam gedung antara Mutreb dengan ahli patologi forensik, dr al-Tubaigy.

"Ia membicarakan tentang cara ketika ia melakukan proses otopsi. Anda bisa mendengar mereka tertawa," ujar Kennedy.

"Ia berkata, 'Saya sering menyalakan musik sambil memotong-motong mayat. Dan terkadang saya juga sambil menikmati kopi dan cerutu.'"

Foto/BBC

Lalu isi rekaman itu mengungkap bahwa sang dokter tahu apa yang diharapkan untuk dilakukannya, menurut Kennedy.

"Ini pertama kalinya dalam hidup saya, saya harus memotong-motong (mayat) di tanah," kata Kennedy lagi, mengingat pembicaraan yang didengarnya. "Bahkan jika kamu sendiri seorang tukang daging, kamu menggantung binatang itu untuk melakukannya."

Sebuah ruangan kantor di lantai atas gedung konsulat sudah disiapkan. Lantainya sudah dilapisi plastik. Staf asal Turki pun diliburkan.

"Mereka berbicara tentang... kapan Khashoggi akan tiba, dan mereka berkata, 'Apakah hewan kurban itu telah tiba?' Begitulah cara mereka menyebut dirinya," imbuh Kennedy.

Ia membacakan isi catatannya kepada saya. Suaranya penuh kengerian.

Pada pukul 13.15, CCTV memperlihatkan Khashoggi memasuki gedung konsulat.

"Saya ingat kami berjalan ke sana sambil bergandengan tangan, dan ketika kami sampai di depan konsulat, Jamal memberikan telepon genggamnya kepada saya dan berkata, 'Sampai nanti sayang, tunggu aku di sini,'" kata Cengiz.

Khashoggi tahu telepon genggamnya akan diambil saat di pintu masuk dan ia tidak ingin pemerintah Arab Saudi mengakses informasi pribadi dalam perangkat tersebut.

Foto/Reuters

Rekaman intelijen Turki mengungkap bahwa ia ditemui seorang penerima tamu yang mengatakan kepadanya bahwa ada surat perintah Interpol yang memerintahkan penangkapannya dan bahwa ia harus kembali ke Arab Saudi.

Ia terdengar menolak untuk mengirimkan pesan kepada anak laki-lakinya untuk memastikan bahwa keluarganya baik-baik saja.

Pembungkaman Jamal Khashoggi kemudian dimulai.

"Ada titik di mana Anda bisa mendengar Khashoggi berubah dari seorang pria yang percaya diri, menjadi terdengar dalam rasa takut - kecemasan dan rasa teror yang meningkat - dan kemudian mengetahui bahwa sesuatu yang fatal akan terjadi," jelas Kennedy.

Ia melanjutkan, "Ada sesuatu yang benar-benar menakutkan tentang perubahan suara itu. Kekejaman itu muncul dengan mendengarkan rekaman tersebut."

Callamard tidak yakin seberapa tahu Khashoggi atas rencana orang-orang Saudi itu, "Saya tidak tahu apakah ia berpikir ia akan dibunuh, namun yang jelas ia berpikir bahwa mereka bisa mencoba menculiknya. Ia mengatakan, 'Apakah kamu akan menyuntik saya?' yang kemudian dijawab 'Ya'."

Kennedy mengatakan ia mendengar Khashoggi menanyakan dua kali apakah ia sedang disekap, lalu berkata, 'Bagaimana mungkin ini terjadi di sebuah kedutaan besar?'

"Suara-suara yang didengar setelah itu kemungkinan mengindikasikan bahwa ia dicekik. Mungkin dengan membungkus kepalanya dengan kantong plastik," kata Callamard. "Mulutnya juga ditutup - dengan kejam - mungkin dengan tangan atau lainnya."

Foto/BBC

Kennedy meyakini bahwa saat itu sang ahli patologi forensik mengambil alih pekerjaan atas perintah pemimpin tim itu.

"Anda mendengar suara yang mengatakan, 'Biarkan ia memotong,' dan itu terdengar seperti suara Mutreb.

"Lalu orang lain terdengar berteriak, 'Ini sudah berakhir,' dan orang yang lain lagi berteriak, 'Lepaskan, lepaskan. Pasang ini di kepalanya. Bungkuskan.' Saya hanya bisa berasumsi bahwa mereka telah memutus kepalanya."

Bagi Cengiz, baru setengah jam berlalu sejak Khashoggi meninggalkannya di luar gedung konsulat.

"Selama menunggu, saya memimpikan masa depan kami - seperti akan seperti apa pernikahan kami. Kami merencanakan upacara pernikahan kecil," katanya.

Sekitar pukul 15.00, CCTV memperlihatkan beberapa kendaraan konsuler meninggalkan gedung konsulat dan tiba di rumah dinas konsulat jenderal yang hanya terpisah dua ruas jalan saja.

Tiga pria masuk sambil membawa koper-koper dan kantong plastik. Callamard meyakini bahwa koper dan kantong plastik itu berisi potongan tubuh Khashoggi.

Kemudian sebuah mobil meninggalkan tempat itu. Tubuh Khashoggi tidak pernah ditemukan.

Bagaimana dengan rincian paling mengganggu yang diberitakan pada saat terjadinya pembunuhan - gergaji tulang yang digunakan untuk memotong-motong tubuh?

Kennedy mengatakan ia tidak mendengar suara semacam jeruji bergerigi yang akan ia kaitkan dengan jenis peralatan bedah itu dalam suara rekaman. Namun ia mengatakan bahwa terdapat bunyi dengungan pelan. Pejabat intelijen Turki meyakini itu adalah bunyi gergaji.

Pada pukul 15.53, CCTV memperlihatkan dua anggota regu pembunuh itu meninggalkan gedung konsulat.

Saya menelusuri kembali jejak mereka di jalanan, melewati kamera yang merinci rute perjalanan mereka antara gedung konsulat dengan jantung kota tua Istanbul.

Seorang pria berpakaian seperti pakaian yang Khashoggi kenakan, namun memakai sepatu yang berbeda. Pria lainnya, wajahnya tertutupi hoodie, membawa kantong plastik.

Foto/Reuters

Mereka menuju Masjid Biru Istanbul yang terkenal. Ketika mereka muncul kembali, pria yang sebelumnya mengenakan pakaian seperti Khashoggi telah berubah.

Mereka memanggil taksi untuk kembali ke hotel, lalu membuang kantong plastik - diduga untuk menaruh pakaian Khashoggi - di tong sampah terdekat, sebelum turun untuk menumpang kereta bawah tanah untuk kembali lagi ke Hotel Mövenpick.

"Ada tingkat perencanaan skala besar yang digunakan untuk memberi kesan bahwa tak ada hal buruk yang terjadi kepada Khashoggi," kata Callamard.

Selama itu pula, Cengiz masih menunggu di luar gedung konsulat.

"Saya menunggu dan menunggu dan menunggu di sana hingga lebih dari jam 15.30. Kemudian, saat saya sadar bahwa gedung konsulat sudah tutup, saya mulai berlari ke arah gedung. Saya bertanya mengapa Jamal tidak keluar. Seorang penjaga mengatakan kepada saya bahwa ia tidak paham apa yang saya bicarakan."

Foto/Reuters

Pukul 16.41, Cengiz putus asa dan menelepon seorang kawan lama Khashoggi. Ia telah memberi nomor telepon orang itu kepada Cengiz jikalau sesuatu terjadi padanya.

Dr. Yasin Aktay merupakan anggota partai berkuasa di Turki yang memiliki kontak para pejabat tinggi.

"Saya menerima telepon dari nomor tidak dikenal, (dengan) suara yang sarat rasa cemas dari seorang perempuan yang saya tidak kenali," katanya. "Ia berkata, 'Tunangan saya Jamal Khashoggi pergi ke konsulat Arab Saudi dan tidak keluar-keluar.'"

Yasin dengan segera menelepon kepala intelijen Turki dan memberi tahu kantor Presiden Tayyip Erdogan.

Pada pukul 18.30, para anggota regu pembunuh sudah dalam perjalanan jet pribadi ke Riyadh, kurang dari 24 jam sejak kedatangan mereka ke Istanbul.

Keesokan harinya, pemerintah Arab Saudi dan Turki mengeluarkan pernyataan yang bersebrangan tentang apa yang telah terjadi di dalam gedung konsulat. Arab Saudi berkeras bahwa Khashoggi telah pergi meninggalkan gedung konsulat, sementara Turki menyatakan ia masih berada di dalam.

Intelijen Turki sudah mulai meneliti rekaman konsulat - termasuk berbagai panggilan telepon yang dilakukan empat hari sebelum hilangnya Khashoggi.

Jadi, apakah pada saat itu mereka tahu bahwa nyawa Khashoggi dalam bahaya dan, jika ya, mengapa mereka tidak memperingatkannya?

"Saya rasa mereka tidak tahu. Tidak ada bukti bahwa mereka mendengarkannya langsung saat kejadian terjadi," kata Callamard.

"Aktivitas intelijen seperti ini dilakukan secara teratur, dan hanya karena ada pemicu lah mereka kemudian kembali menyimak rekaman yang ada. Hanya karena Khashoggi dibunuh dan menghilang lah mereka mendengarkan isi rekaman itu."

Ersöz mengatakan kepada saya bahwa mantan rekan intelijennya meninjau rekaman yang ada secara retrospektif dan mendengarkan sekitar 4.000 hingga 5.000 jam rekaman untuk menemukan hari kunci dan rekaman 45 menit yang diperdengarkan kepada Callamard dan Kennedy.

Foto/Reuters

Empat hari setelah Khashoggi dibunuh, tim dari Arab Saudi yang lain tiba - mereka mengklaim datang untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Callamard meyakini bahwa mereka merupakan regu pembersih. Gedung konsulat adalah teritori kedaulatan Arab Saudi di bawah hukum internasional, dan selama dua minggu pemerintah Arab Saudi tidak memperbolehkan tim penyelidik Turki untuk masuk.

"Ketika mereka bisa mengumpulkan barang bukti, tidak ada apa-apa di sana, bahkan bukti DNA bahwa Khashoggi sempat di sana pun tidak ada," kata Callamard.

"Satu-satunya kesimpulan logis yaitu tempat itu telah dibersihkan secara forensik dengan teliti."

Malam itu, pihak berwenang Turki mengatakan kepada media bahwa Khashoggi telah dibunuh di konsulat Saudi.

"Jamal benar-benar tidak pantas menerima perlakuan ini, ia jauh lebih berharga," kata Cengiz. "Cara mereka membunuhnya, itu membunuh semua harapanku dalam kehidupan."

Pembunuhan di Istanbul, di dalam sebuah kedutaan besar dengan kekebalan diplomatik, menempatkan pihak berwenang Turki dalam kesulitan.

Selama berminggu-minggu, meskipun ada tekanan yang meningkat dari Turki, pemerintah Arab Saudi menolak mengakui pembunuhan tersebut, dengan mulanya mengatakan bahwa telah terjadi "adu jotos" di dalam konsulat dan kemudian mengklaim bahwa itu merupakan "operasi yang kejam".

Strategi pemerintah Turki adalah membocorkan sebagian dari apa yang mereka ketahui kepada media lokal dan internasional. Mereka kemudian mengundang perwakilan dari CIA dan beberapa agen intelijen yang dipilih sendiri, termasuk MI6, untuk mendengarkan rekaman itu, membuktikan bahwa Khashoggi dibunuh oleh operasi Arab Saudi.

CIA dilaporkan telah tiba pada kesimpulan bahwa terdapat "kepastian tingkat sedang sampai tinggi" bahwa Mohammad bin Salman telah memerintahkan pembunuhan itu. Mereka lantas memberikan pengarahan kepada anggota Kongres yang kemudian yakin akan temuan tersebut.

Pada bulan Januari, pemerintah Arab Saudi akhirnya mengadili 11 orang di Riyadh dalam kasus pembunuhan Khashoggi, termasuk Mutreb dan dr al-Tubaigy, tetapi bukan terduga dalang pembunuhan - Saud al-Qahtani.

Ia belum didakwa atau bahkan dipanggil ke pengadilan untuk memberi kesaksian. Saya diberitahu bahwa ia tengah diasingkan dari semua orang, termasuk keluarganya sendiri, namun tetap berkomunikasi dengan putra mahkota.

Laporan Callamard untuk Dewan Hak Asai Manusia PBB telah mencapai kesimpulan yang menentukan.

"Tidak ada indikasi di bawah hukum internasional bahwa tindak kejahatan ini dapat dikualifikasikan ke dalam kategori mana pun selain sebagai pembunuhan oleh negara," ungkapnya.

Kennedy mengatakan bahwa pengungkapan rekaman pembunuhan Khashoggi harus ditindaklanjuti.

"Sesuatu yang berbahaya dan mengerikan terjadi di kedutaan besar itu. Komunitas internasional memiliki tanggung jawab untuk mendesak diselenggarakannya penyelidikan tingkat tinggi," katanya.

Turki telah menuntut ekstradisi terhadap mereka yang terlibat untuk diadili di Istanbul. Namun Arab Saudi menolak.

Pemerintah Arab Saudi menolak memberikan kesempatan wawancara kepada BBC Panorama, namun mengatakan bahwa mereka mengutus "pembunuhan yang menjijikkan" itu dan berkomitmen untuk menuntut pertanggungjawaban para pelaku.

Mereka mengatakan bahwa putra mahkota "sama sekali tidak ada kaitannya" dengan apa yang disebutnya "kejahatan keji".

Satu tahun kemudian, ketika kami meninggalkan kafe tempat kami berbincang, saya masih bisa melihat rasa sakit yang diderita Cengiz ketika tunangannya dibunuh secara brutal.

Dalam kata-kata perpisahannya kepada saya, Hatice Cengiz mengingatkan pentingnya kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

"Ini bukan hanya tragedi bagi saya - tapi bagi seluruh umat manusia, semua orang yang berpikir seperti Jamal dan mengambil sikap sepertinya."

1
8

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini