nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata Styrofoam Bisa Jadi Replika Organ Manusia

Rani Hardjanti, Jurnalis · Selasa 01 Oktober 2019 15:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 01 65 2111513 ternyata-styrofoam-bisa-jadi-replika-organ-manusia-FWJOIAhbsi.jpg Styrofoam limbah (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA – Ada tiga mahasiswa memiliki ide yang menarik. Mereka mengolah limbah styrofoam yang sukar terurai dan kerap mengotori lingkungan menjadi produk yang bermanfaat.

Pasalnya, Styrofoam tersebut dapat dibuat menjadi replika organ manusia. Replika tersebut bisa digunakan sebagai media pembelajaran biologi.

 Baca juga: Penampakan Robot Terbang dan Kapal Tak Berawak Buatan Mahasiswa UNS

Atas ide tersebut, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses menyabet juara 1 dalam Pekan Ilmiah Nasional (PIN) yang digelar di Universitas Lampung (UNILA).

 3 mahasiswa UNS

Tiga serangkai tersebut adalah Yochidamai Akhsanitaqwim dari Program Studi (Prodi) Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Tri Lestari dari Prodi Pendidikan Seni Rupa, dan Novi Indriastuti dari Prodi Pendidikan Luar Biasa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

 Baca juga: Tim UNS Sulap Jamu Kunyit Asem Jadi Permen Jelly

Ketiganya berhasil membawa pulang gelar juara 1 setelah karya tulis mereka yang berjudul ‘Biliand (Biological Learning Media for Blind): Media Pembelajaran Organ Manusia Berbasis Limbah Styrofoam Guna Mewujudkan Pendidikan Biologi Inklusif Jenjang SD-SMA’.

“Tentang permasalahan timbunan sampah yang belum terselesaikan, salah satu jenis sampah yang masih memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomis, yakni limbah styrofoam. Dengan pengolahan yang tepat dan kreatif maka terciptalah BILIAND,” ujar Tri Lestari seperti dikutip dari laman UNS, Selasa (1/10/2019).

Baca juga:  2 Mahasiswa UNS Juara Olimpiade Statistika Nasional

Tri mengatakan, bahwa styrofoam yang dimanfaatkannya bersama rekan-rekannya adalah bahan dasar yang mudah didapatkan serta mudah dibentuk. Dia pun membeberkan cara pembuatannya.

1. Mencari limbah styrofoam, membersihkan, mengumpulkan limbah dan mencucinya.

2. Menuangkan limbah tersebut dengan cairan benzana, diaduk, kemudian adonan didiamkan selama 1 pekan.

3. Dibentuk menjadi organ tubuh manusia sesuai dengan contoh secara manual.

"Pengecatan dan pembuatan pustek (bidang yang digunakan sebagai alas/ landasan), penambahan huruf braille, dan yang terakhir finishing dan clearing,” ujar Tri.

Dengan prestasi tersebut, Tri berujar bahwa tidak menutup kemungkinan bila ke depannya pembuatan replika tersebut akan dilakukan secara digital.

Tri juga mengutarakan niatnya bersama rekan-rekannya untuk dapat berkompetisi diajang yang lebih bergengsi di luar negeri.

“Insya Allah mau dipatenkan dan masih dalam proses. Dan kami ingin diikutkan dalam lomba ke luar negeri,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini