nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Kantin Balik Semak? 'Hanya' Anak UI yang Tahu

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Rabu 02 Oktober 2019 06:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 01 65 2111604 ada-kantin-balik-semak-hanya-anak-ui-yang-tahu-JdIAxc8vw6.jpg Kantin Balsem UI (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Jangan ngaku anak Universitas Indonesia (UI) kalau kamu tak kenal Kantin Balik Semak. Kantin hits pedagang maini dikenal dengan sebutan Balsem. Kantin yang berada di bawah pohon rindang dan di antara semak belukar ini merupakan warung legendaris yang menjadi terkenal di kalangan mereka para pemakai almamater berwarna kuning.

 Baca Juga: Kantin Balik Semak FISIP UI, Kini Tersentuh Teknologi Digital

Meskipun telah melegenda, Kantin Balsem sudah berkali-kali mengalami perubahan nama yang menyesuaikan bangunannya. Mulai dari Balsem, Takor, Takoru hingga Next Level Balsem. Salah satu pedagang makanan yang berjualan di Balsem, Andi (46) mengatakan sebelum berubah nama, Balsem lebih dulu dikenal karena lokasinya yang nyaman.

"Dari tahun 1990 awalnya sederhana banget memang, pohon-pohon, rumput-rumputnya tinggi hingga kebun karet di sana dibangun tenda biru dengan tiang bambunya lalu di dalamnya ada pedagang kaki lima. Jadi Balsem itu di antara semak-semak, kebun karet, jadi begitu awalnya,” ujar Andi yang dikutip dalam laman UI, Selasa (2/10/2019).

 Kantin Balsem UI

Asal tahu saja, pada 2002 dibangunlah Takor atau Taman Korea yang terinspirasi dari taman yang dibangun di depan kantin yang bekerja sama dengan perusahaan Korea.

 Baca Juga: Gandeng Mayora Group, Universitas Indonesia Hadirkan Kantin Bersih untuk Kebutuhan Mahasiswa

“Sempat direnovasi sama koperasi Fisip, kemudian renovasi lagi oleh orang Korea tadi tahun 2002 dan sudah jadi kayak gini, Taman Korea singkatannya Takor, dulu yang mengelola orang Korea perusahaan Yong Ma itu,” jelas Andi.

Andi juga menjelaskan bahwa beberapa tahun kemudian, renovasi kembali dilakukan dengan menggandeng perusahaan air mineral kemasan dan minuman perasa yang berasal dari Korea.

Pedagang lain yang sudah lama berdagang di situ, Markis yang berusia 51 tahun juga menjelaskan bahwa pemberian nama Kantin Next Level of Balsem berasal dari sejarahnya karena lebih populer.

"Sejak zaman Presiden kedua Soeharto, Kantin Balsem sudah ada dan sekarang banyak perubahan. Misalnya ada sertifikat kesehatan makanan tiap warung, serta tempat khusus untuk merokok. Perubahan lainnya, pembayaran di kantin ini menggunakan uang digital hingga pelayanan mandiri," ujar Markis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini