nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lama Dihentikan, Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Balistik dari Kapal Selam

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 02 Oktober 2019 10:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 02 18 2111838 lama-dihentikan-korea-utara-kembali-luncurkan-rudal-balistik-dari-kapal-selam-HDzhsZl8Mc.jpg Foto: AFP.

SEOUL – Korea Utara diduga telah menembakkan rudal balistik dari sebuah kapal selam, hanya beberapa jam setelah Pyongyang mengatakan akan melanjutkan pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat (AS).

Pejabat Korea Selatan mengatakan sebuah rudal yang diluncurkan di dekat pelabuhan Wonsan terbang sekira 450 km dan mencapai ketinggian 910 km, sebelum mendarat di Laut Jepang. Jika dikonfirmasi, insiden itu akan menjadi peningkatan yang signifikan dari uji coba rudal jarak pendek yang telah dilakukan Korea Utara sejak Mei.

BACA JUGA: Korut Beri 2 Opsi untuk AS: Dialog atau Perang

Laporan peluncuran rudal itu dengan cepat memicu kecaman.

Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo mengatakan tindakan Pyongyang itu adalah pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang Korea Utara dari penggunaan teknologi rudal balistik.

Hanya beberapa jam sebelumnya, Pyongyang mengatakan pembicaraan denuklirisasi dengan Washington akhirnya akan dilanjutkan akhir pekan ini. Negosiasi antara kedua negara terhenti sejak KTT Hanoi antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada Februari berakhir tanpa kesepakatan.

Dilaporkan BBC, Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan menyatakan keprihatinan yang kuat tentang uji coba itu. Kantor berita Yonhap melaporkan bahwa badan itu mengatakan pihaknya "mempertimbangkan kemungkinan" bahwa proyektil tersebut adalah rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM).

Laporan pertama datang pada dini hari ketika pihak berwenang melaporkan bahwa dua rudal diluncurkan, dengan setidaknya satu di antaranya mendarat di perairan Jepang. Itu merupakan uji coba rudal ke-11 dari Korea Utara pada tahun ini, tetapi pihak berwenang telah menyatakan keprihatinan khusus pada jangkauan yang jelas dan kemampuan rudal yang satu ini.

BACA JUGA: Trump Nyatakan Belum Siap untuk Kunjungi Pyongyang

Korea Utara telah mengembangkan teknologi rudal balistik yang diluncurkan kapal selam untuk beberapa waktu sebelum menghentikan semua pengujian rudal jarak jauhnya. Uji coba SLBM terakhir Korea Utara diperkirakan terjadi pada Agustus 2016, bahkan sebelum Presiden Trump berkuasa.

Dua tahun kemudian Presiden Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un membuat sejarah dengan menjadi presiden AS dan pemimpin Korea Utara pertama yang bertemu. Namun terlepas dari dua pertemuan tatap muka lebih lanjut, hanya ada sedikit kemajuan menuju kesepakatan tentang apa yang harus dilakukan tentang kemampuan nuklir Korea Utara.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini