nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5.000 Warga Tumpah Ruah Hadiri Haul Sultan Agung di Keraton Surakarta

Bramantyo, Jurnalis · Rabu 02 Oktober 2019 03:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 02 512 2111752 5-000-warga-tumpah-ruah-hadiri-haul-sultan-agung-di-keraton-surakarta-H65navEob0.jpg (Foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Peringatan wilujengan Haul Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo ke-386 dibanjiri warga yang datang tak hanya dari Solo, tapi juga dari luar Solo.

Meski panas matahari menyengat, namun tak mengurangi antusias warga menghadiri haul Sultan Agung, pendiri Kerajaan Mataram di Tanah Jawa yang pertama kali digelar di Pagelaran Karaton Surakarta Hadiningrat.

Rangkaian haul Sultan Agung pertama yang diperkirakan dihadiri sekira 5.000 orang ini diawali iring-iringan para abdi dalem Keraton Kasunanan membawa ubo rampe.

Melihat tingginya animo warga, prajurit Kraton langsung membuat pagar betis agar tak mengganggu jalannya prosesi iring-iringan abdi dalem pembawa ubo rampe.

Setibanya di Pagelaran Kraton, ubo rampe tersebut disusun diatas meja yang sudah dipersiapkan. Iringan shalawat langsung berkumandang di pagelaran Kraton. Dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Alquran dan doa-doa juga dikumandangkan para Kiai Kraton Kasunanan.

Foto: Bramantyo/Okezone

Haul Sultan Agung pertama ini diungkapkan Ketua LDA Keraton Solo GKR Koes Moertiyah Wandansari merupakan keinginan penuh seluruh trah keturunan Mataram untuk memperingati wafatnya Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Sebenarnya, seluruh trah Mataram sudah lama sekali ingin menggelar haul Sultan Agung. Dan akhirnya, melalui Lembaga Dewan Adat, Haul Sultan Agung pertama bisa terwujud.

Tak heran, ungkap Putri Raja Pakubuwono XII yang akrab disapa Gusti Moeng ini, seluruh keturunan Mataram, mulai dari Pakubuwono I hingga Pakubuwono XIII ini hadir.

"Niat kita untuk menyelenggarakan haul ini sudah dari tahun lalu namun baru terealisir hari ini," papar Gusti Moeng pada Okezone, Selasa (1/10/2019).

Rangkaian kegiatan haul ini kemudian ditutup dengan pembacaan maulid yang di sela ceramah dari KH Syarif Rahmat yang menceritakan sosok Sultan Agung sebagai Raja di tanah Jawa ini.

Dalam Haul Sultan Agung itupun diisi dengan pertunjukan pentas kesenian tradisional berupa Reog Ponorogo dan Jaran Dor dari Kediri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini