Mayat Wanita Dalam Karung Hebohkan Warga, Pelaku Diduga Oknum TNI

Senin 07 Oktober 2019 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 07 340 2113733 mayat-wanita-dalam-karung-hebohkan-warga-pelaku-diduga-oknum-tni-lSffd2sKIK.jpg Keluarga Membawa Pulang Jenazah Jayanti Mandasari Usai Autopsi Menuju Rumah Duka di Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapili, Polewali Mandar, Sulbar (foto: iNews/Huzair Zainal)

POLEWALI MANDAR - Warga Dusun Padang, Desa Segreang, Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) digegerkan dengan penemuan mayat wanita dalam karung di saluran irigasi, pada Jumat 4 Oktober 2019. Saat ditemukan warga, kondisinya sudah membusuk dan mengeluarkan aroma busuk yang menyengat.

Ratusan warga tampak berkerumun di sekitar lokasi penemuan mayat dalam saluran irigasi yang telah mengering. Lokasi ini terbilang sepi karena berada di areal persawahan dan jauh dari permukiman warga.

Baca Juga: Ada Teriakan Allahu Akbar, Begini Kronologi Pembunuhan Jihan yang Mayatnya Ditemukan Dalam Karung 

Petugas yang datang kemudian memasang garis polisi mengelilingi posisi temuan mayat tersebut sambil menunggu kedatangan tim forensik. Sementara warga setempat di lokasi tak ada yang satu pun yang mengenalinya.

Dokter Kurnia dari puskesmas setempat mengatakan, hasil identifikasi luar tak menunjukkan ada bekas luka maupun penganiayaan di tubuh korban. Kendati demikian, hal ini harus dilakukan uji forensik untuk memastikan penyebab kematiannya.

“Kalau dilihat dari kondisinya yang sudah berbau, waktu perkiraan kematian korban antara empat sampai lima hari,” ujar Dokter Kurnia seperti dilansir iNews.

Warga berkerumun di lokasi penemuan mayat perempuan dalam karung di Polewali Mandar, Sulbar. (foto: iNews/Huzair Zainal)	 

Sementara Kapolsek Wonomulyo AKP Deny Irwansyah mengungkapkan, kasus penemuan mayat dalam karung ini berawal dari laporan warga. Awalnya ada warga yang mencium aroma menyengat. Saat mencari sumbernya ditemukan karung berisi mayat.

“Iya jadi mayat dalam karung ini berjenis kelamin perempuan. Kami masih menunggu hasil autopsi dan uji forensik untuk memastikan penyebab kematiannya,” kata Deny.

Menurutnya, ciri-ciri korban mengenakan kaus hitam dan celana panjang cokelat. Terdapat juga sebuah cincing melingkar di jari sebelah kanan. Usai proses identifikasi dan olah TKP, petugas langsung membawa mayat tersebut ke rumah sakit untuk kepentingan autopsi.

“Kasusnya masih diselidiki. Kami masih menunggu hasil autopsi dan penyebab kematiannya,” katanya.

Belakangan diketahui, jasad wanita yang dibuang di dalam karung tersebut merupakan Jayanti Mandasari (32), warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

Jayanti Mandasari diduga korban pembunuhan telah selesai diautopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu 5 Oktober 2019. Tim menemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban yang sebelumnya ditemukan dalam karung dan dibuang di irigasi.

Autopsi dilakukan oleh Tim Forensik dari Biddokes Polda Sulsel, sejak siang hingga Sabtu sore tadi. Proses autopsi dilakukan selama sekitar tiga jam oleh tim yang terdiri atas sembilan orang.

Proses autopsi dihadiri oleh para keluarga korban dan aparat kepolisian Polres Polewali Mandar. Usai autopsi, keluarga korban tidak mampu menahan kesedihan dan menangis saat jenazah korban dimasukkan dalam peti mayat.

Warga berkerumun di lokasi penemuan mayat perempuan dalam karung di Polewali Mandar, Sulbar. (foto: iNews/Huzair Zainal)	 

Menurut keterangan spesialis forensik Dokkes Polda Sulsel, dokter Denny Mathius, seluruh hasil autopsi terkebih dahulu akan diperiksa ke Laboratorium Patologi dan Forensik Makassar.

“Kami sudah mengirim beberapa sampel organ untuk diteliti di Laboratorium Patologi dan Forensik Makassar,” kata dokter Denny.

Namun, dia mengakui tim menemukan beberapa tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Tapi untuk detailnya apa itu, mungkin nanti biar teman-teman dari Reskrim Polres Polewali Mandar yang menyampaikan,” ucap dia.

Usai autopsi, keluarga korban bersiap membawa jenazah ke rumah duka untuk disemayamkan. Sejumlah keluarga yang melihat jenazah untuk terakhir kali pun tak kuasa menahan tangis haru. Bahkan, orang tua korban tak henti-hentinya meratap dan memeluk peti jenazah.

Keluarga selanjutnya membawa jenazah korban ke rumah duka di Kecamatan Mapilli. Korban dimakamkan malam ini juga di pemakaman yang tak jauh dari rumah duka di Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar.

Kasus ini sebelumnya terungkap saat warga menemukan sesosok mayat perempuan di irigasi pada Jumat pagi kemarin, dalam kondisi mengenaskan. Korban dimasukkan dalam karung dan dibuang di irigasi persawahan Desa Segerang, Kecamatan Mapilli.

Baca Juga: Begini Proses Penemuan Kepala Mayat dalam Koper di Kediri 

Korban diduga meninggal sejak empat hari lalu karena kondisi tubuhnya telah bengkak dan meengeluarkan bau tak sedap. Awalnya tidak ada warga yang mengenali korban. Identitas korban akhirnya diketahui setelah seorang keluarga korban datang dan melihat ciri-ciri pakaian yang dikenakan korban di media sosial, Jumat sore.

Informasi yang dihimpun, peristiwa pembunuhan ini diduga dilakukan oleh suami Jayanti yang merupakan oknum TNI berinisial Serda N. Belakangan, diketahui Serda N menyerahkan diri ke Kodam 1402 Polmas di Polewali Mandar, pada Minggu 6 Oktober 2019 malam, setelah sebelumnya sempat menghilang.

Polisi saat ini sedang melakukan penyelidikan guna menungkap motif yang menyebabkan Jayanti dibunuh dan jasadnya dimasukan ke dalam karung.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini