nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UNS Raih Prestasi Inovasi Terbaik Lewat Robot Terbang

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Senin 07 Oktober 2019 16:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 07 65 2113913 uns-raih-prestasi-inovasi-terbaik-lewat-robot-terbang-TElI7NqUaS.jpg UNS Raih Prestasi di Kontes Robot Terbang Indonesia. (Foto: Okezone.com/Dok. UNS)

JAKARTA - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih prestasi Inovasi Terbaik di Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019 dalam divisi Fixed Wing. Ajang yang dimenangkan oleh Tim Bengawan UV ini dilaksanakan pada tanggal 1-6 Oktober 2019 di Lapangan Udara TNI-AL Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Kompetisi ini diikuti oleh 95 tim yang terbagi menjadi 4 divisi. Sebanyak 24 tim mengikuti divisi Racing Plane (RP), 25 tim mengikuti divisi Fixed Wing (FW), 24 tim di divisi Vertical Take-Off and Landing (VTOL), serta 22 tim di divisi Technology Development (TD).

Baca Juga: Enceng Gondok Ternyata Bisa Disulap Jadi Pupuk dan Pakan Ternak

General Manager Bengawan UV UNS Billy Yansa Latief Imamah mengatakan bahwa KRTI merupakan ajang bergengsi dalam berkompetisi di bidang UAV atau kendaraan tanpa awak di udara. Acara ini diadakan setiap tahun oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Dalam perlombaan ini, dari Tim Bengawan UV mengirimkan sebanyak 3 tim, diantaranya VTOL, FW dan RP. Dalam divisi FW, tim ini diketuai oleh Annas Isman, dan beranggotakan Irvani Akmal sebagai pilot, Zikri Nurrachim sebagai mechanic & manufacture, Anandito Adam sebagai mechanic & manufacture, M Jauharil sebagai GCS & programming, M Raihan sebagai elektronic serta Martha Widi sebagai non technical.

Baca Juga: Penampakan Robot Terbang dan Kapal Tak Berawak Buatan Mahasiswa UNS

“Tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan berkembang lagi ke depan. Tentu hasil ini akan terus kami maksimalkan kedepannya untuk menatap KRTI 2020 dan lomba internasional kedepan, tidak lupa juga untuk VTOL dan RP sudah menampilkan yang terbaik, jadi tidak perlu disesali dan tetap semangat,” ujar Billy.

Wahana pesawat FW ini meraih inovasi terbaru yaitu auto landing dengan parasut. Pesawat yang bernama Hexxa ini berhasil menyelesaikan misinya yaitu mapping dan monitoring dengan diakhiri auto take-off.

Sementara pada divisi RP dengan wahana yang bernama Narasena berhasil menjadi pemenang di grup dan masuk per 8 final. Sedangkan pada VTOL masuk di runner up grup dan masuk dalam per 8 final. Bukan usaha yang mudah untuk menghasilkan hasil yang sebagus ini.

Billy menambahkan, tidak mudah dalam mengikuti perlombaan nasional ini karena harus di imbangi dengan kuliah dan juga harus mencoba riset tentang pesawat dan drone. “Banyak waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk memberikan yang terbaik demi UNS,” imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini