nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keraton Kasunanan & Pemkot Tanggapi Usulan Pembentukan Provinsi Soloraya

Bramantyo, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 09:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 09 512 2114591 keraton-kasunanan-pemkot-tanggapi-usulan-pembentukan-provinsi-soloraya-Yad2wtbZBe.jpg Ilustrasi Keraton Kasunanan Surakarta. (Foto: Dok Okezone/Bramantyo)

SOLO – Keraton Kasunanan Surakarta menanggapi bijak munculnya desakan pembentukan Provinsi Soloraya yang dilontarkan Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Menantu Pakubuwono XII yang juga juru bicara Lembaga Dewan Adat (LDA) Kraton Kasunanan, Kanjeng Pangeran Edy Wirabumi, mengatakan pemekaran wilayah dalam konstitusional memang diatur dan ada aturannya.

Guna mewujudkan provinsi baru tersebut, ungkap Wirabumi, tergantung semua pengendali di daerah Soloraya. Sebab pada dasarnya, kata dia, bisa atau tidaknya Provinsi Soloraya itu terbentuk karena kepentingan politik.

"Jadi tergantung sama Beliau-Beliau yang punya kendali di wilayah Soloraya utamanya. Bisa atau tidaknya Provinsi Soloraya terbentuk, karena kepentingan politik saja," papar Wirabumi ketika berbincang dengan Okezone, Selasa 8 Oktober 2019.

Baca juga: Bupati Karanganyar Usulkan Pembentukan Provinsi Soloraya 

Ia menerangkan, meskipun ada gagasan pembentukan Provinsi Soloraya, untuk mewujudkannya tidak hanya berkutat pada pusaran politik di sekitar Bupati Karanganyar selaku pihak pengusul.

Wirabumi mengatakan, dalam mewujudkan provinsi baru ini bergantung dengan daerah-daerah di Soloraya, seperti Wonogiri, Sragen, Klaten, Boyolali, Sukoharjo, dan Solo sendiri.

Bupati Karanganyar Juliyatmono. (Foto: Bramantyo/Okezone)

"Penentu di Soloraya bukanlah 'seputaran' Bupati Karanganyar, namun yang menentukan juga orang lain (kepala daerah lain di Soloraya)," terangnya.

Wirabumi meminta Bupati Karanganyar belajar dari Keraton Kasunanan yang secara konstitusi memiliki hak meminta kembali Daerah Istimewa Surakarta (DIS).

Baca juga: Pembentukan Provinsi Soloraya Sudah Muncul Sejak 2002, Namun Selalu Gagal Terwujud 

Namun karena wilayah DIS juga mencakup beberapa daerah di Jawa Timur, pembahasannya juga harus melibatkan Provinsi Jatim, sehingga dinilai tidak mudah mengembalikan DIS.

"Walaupun saya dari keluarga keraton, yang saya tahu keraton punya hak konstitusi untuk menempuh proses daerah istimewa. Tapi karena wilayah DIS masuk ke Provinsi Jawa Timur, membuat proses itu tidak mudah," terangnya.

"Studi saya adalah tentang pemekaran wilayah dan potensi daerah. Artinya apa? Saya bisa meyakinkan bahwa dari sisi akademis wilayah ini (Soloraya) akan sangat mampu untuk berdiri menjadi sebuah provinsi," imbuhnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Solo Ahmad Purnomo mengaku belum menerima gagasan membentuk Provinsi Soloraya yang dilontarkan Bupati Karanganyar.

Purnomo mengungkapkan hanya tahu isu pembentukan Provinsi Soloraya jauh sebelum dirinya menjabat sebagai wakil wali kota.

Baca juga: Banyak Situs Bersejarah, Proyek Tol Solo-Yogya Baru Dikerjakan Awal 2020 

"Kalau hanya sebatas isu, saya dengar (dari dulu). Secara resmi siapa yang menyatakan, saya tidak tahu," ucapnya.

Peta Soloraya. (Foto: Ist)

Guna memastikan ada atau tidaknya usulan pembentukan provinsi baru, Purnomo sendiri sudah menanyakannya kepada Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Jawabannya, Wali Kota Solo belum menerima usulan itu.

Baca juga: Tradisi Bulan Sura, Keris Milik Jokowi Dikirab 

"Saya hanya wakil wali kota, semua (pembentukan Provinsi Soloraya) tergantung pemerintah pusat," pungkasnya. (kha)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini