nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jurus Jitu Anti-Baper Agar Hidup Tak Mudah Ambyar

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 10:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 09 65 2114859 jurus-jitu-anti-baper-agar-hidup-tak-mudah-ambyar-ed2ZiDIITG.jpg Dr Heriani. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Depresi tak pernah kenal waktu, tempat dan keadaan. Terkadang ketika telah tau kelebihan dan kekurangannya, telah bisa merawat diri, dan berusaha mencapai tujuan, kegagalan bukan berarti tak bisa dihindar. Begitu juga harapan yang tak selalu bisa dipenuhi.

Baca Juga: Kisah Haru Wisudawan Ditinggal Kekasihnya yang Wafat Jadi Viral

Sesuatu yang terjadi di luar ekspektasi seringkali membuat seseorang menjadi kacau dan tidak terkendali atau dikenal dengan istilah 'ambyar'. Bukan tanpa arti, istilah ini memang kian populer karena penggemar sosok penyanyi campursari Dionisius Prasetyo (Didi Kempot) yang dijuluki 'sobat ambyar'.

Namun, kata 'ambyar' sendiri memang sebenarnya identik dengan hal hal yang berbau kesedihan, patah hati, dan putus asa. Terkait istilah tersebut, pakar kesehatan jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dr. Heriani, SpKJ(K) menjelaskan bahwa sebaiknya seseorang harus kuat terhadap perubahan dan sesuatu yang terjadi di luar kehendaknya.

Baca Juga: Hati-Hati, Mahasiswa Jangan Tergiur Pekerjaan Rawan Punah

"Hidup jangan sampai 'ambyar', karena hidup itu adalah perubahan. Tidak ada yang konstan di dunia ini, selalu ada yang berubah. Yang konstan itu adalah perubahan," jelas dr. Heriani, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Tak hanya itu, seringkali seseorang terlalu memikirkan dan merasa bahwa dirinya tidak lebih baik dari orang lain. Atau hasil yang diusahakan tak seperti yang diharapkan. Bahkan peyebab depresi juga dapat berasal dari seringnya seseorang tersebut mengalami pembandingan dengan orang lain di sekitarnya.

Hal yang seringkali dialami generasi muda karena mendapat tekanan dari lingkungan keluarga, sahabat, dan orang-orang lain di dekatnya. Menurut dr. Heriani, mahasiswa seringkali merasa hasil kerja kerasnya tak cukup dihargai keluarganya, dan justru dituntut untuk melakukan sesuatu yang lebih dari itu. Hal inilah yang membuat mahasiswa seringkali merasa dia selalu gagal dan tak bisa memenuhi tuntutan orang di sekitarnya.

Penting bagi seseorang untuk dapat menghadapi situasi yang tak diinginkan tersebut untuk tetap mengontrol emosinya. Karena apa yang dipikrkan dari situasi tersebut akan memengaruhi emosi seseorang. Lalu emosi tersebut pun dapat memengaruhi perilaku dan apa yang dilakukan juga dapat memengaruhi respons tubuh seseorang.

Menurutnya, tidak ada sesuatu yang baik ataupun buruk, melainkan pemikiran manusialah yang membuat sesuatu itu menjadi baik ataupun buruk. Jika memang situasi tidak lagi dapat diubah, maka yang dapat diubah ialah sikap terhadap situasi tersebut. Selalu ada hal baik dalam setiap hal di setiap waktu.

"Boleh jadi sobat ambyar, tapi jangan sampai ambyar," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini