nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

99 Jenis Tanaman Medis di Tapos Berhasil Dikumpulkan

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 18:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 10 65 2115371 99-jenis-tanaman-medis-di-tapos-berhasil-dikumpulkan-33ZvUXe7ue.jpg Lawalata IPB Temukan 99 Jenis Tanaman. (Foto: Okezone.com/Dok. IPB)

JAKARTA - Asosiasi mahasiswa pecinta alam, Lawalata IPB University berhasil mengumpulkan 99 jenis tanaman obat. Hal ini dilakukan dalam ekspedisi yang dilakukan di Desa Tapos, Bogor.

Hasil ekspedisi tahunan Universitas Lawalata IPB diterbitkan melalui seminar ekspedisi. Tahun ini seminar diadakan di Auditorium Andi Hakim Nasution, Sabtu 5 Oktober 2019. Tiga ekspedisi yang diterbitkan meliputi Ekspedisi Putri Bahari yang mempelajari Teluk Palu setelah tsunami, Ekspedisi Lentera Putussibau yang meneliti potensi kawasan karst di Taman Nasional Betung Kerihun, dan Studi Etnofitomedis.

Baca Juga: Helm dari Limbah Tandan Kelapa Sawit, Ternyata Sudah SNI Lho

Seminar ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Pusat Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, dan pembuat obat-obatan tradisional di Desa Tapos, Bogor. Selain merumuskan obat-obatan dan mengumpulkan tanaman obat dengan masyarakat, tim studi juga melakukan pendidikan lingkungan kepada siswa sekolah di Desa Tapos, Bogor.

Tanaman

"Kami menemukan 99 jenis tanaman obat yang digunakan oleh penduduk desa, 48 di antaranya ditanam di pekarangan rumah untuk dikonsumsi langsung atau diformulasikan menjadi obat tradisional," jelas Salma Zubaidah, Ketua IPB Universitas Lawalata.

Baca Juga: Momen Wisuda S2 Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, Raih IPK 3,90

Sementara itu, Profesor Fakultas Kehutanan, Universitas IPB, Prof. Dr. Ir Ervizal A.M. Zuhud, MS, mengatakan bahwa tanaman obat memiliki potensi untuk dikembangkan karena Indonesia memiliki beragam mikroba endofit yang memberikan banyak manfaat. Menurutnya, manusia harus selaras dengan alam dengan memanfaatkan dan memberi manfaat padanya.

"Obat tradisional tidak mahal dan efektif untuk menyembuhkan penyakit," ujar pengawas IPB University Lawalata Haryanto R Putro, seperti dikutip di situs resmi IPB University, Jakarta, Kamis, (10/10/2019).

Oleh karena itu, informasi mengenai hal ini dirasa perlu disebarluaskan kepada masyarakat. Mereka mengaku akan mempersiapan yang lebih baik dalam rangka memberikan informasi yang lebih penting kepada masyarakat umum di masa mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini