nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan Pelawak yang Jadi Presiden Ukraina Konferensi Pers Selama 14 Jam

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 11 Oktober 2019 18:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 11 18 2115761 mantan-pelawak-yang-jadi-presiden-ukraina-konferensi-pers-selama-14-jam-Zt1nL61nUT.jpg Presiden Ukraina Volodymyr. (Foto/Reuters)

KIEV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy (41) melakukan konferensi pers selama 14 jam di pujasera atau food court di Kiev pada Kamis (10/20), salah satu yang dibahas ia siap membuka penyelidikan terhadap campur tangan Ukraina dalam pemilihan presiden AS 2016 tetapi membantah bahwa Presiden Donald Trump telah mencoba memerasnya.

Dia juga membahas masalah-masalah lain, termasuk hubungannya dengan pengusaha yang kontroversial, hubungannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan upayanya untuk mengakhiri perang Ukraina melawan pasukan yang didukung Rusia di wilayah Donbass timur.

Baca juga: Percakapan Grup WhatsApp Pemimpin Dunia ala Presiden Ukraina Bikin Tawa Hadirin Konferensi

Baca juga: Lawan Tak Hadir, Presiden Ukraina Berdebat dengan Podium Kosong

Zelenskiy adalah mantan pelawak yang memenangkan Pemilu Ukraina 2019 meski tak punya pengalaman politik. Zelenskiy memastikan dirinya dengan enggan ditarik ke dalam pertempuran politik di Washington antara Trump dan oposisi AS, Partai Demokrat.

Dewan Perwakilan Rakyat AS telah meluncurkan penyelidikan pemakzulan terhadap Trump, yang berfokus apakah ia menggunakan pengaruhnya untuk menekan Zelenskiy agar menyelidiki mantan Wakil Presiden AS Joe Biden. Biden adalah salah satu saingan Trump dalam Pemilu AS 2020 .

Zelenskiy mengatakan bahwa Trump tidak berusaha menekannya saat panggilan telepon pada bulan Juli atau pertemuan pada bulan September.

Trump telah membuat tuduhan, tanpa bukti, bahwa Biden terlibat dalam transaksi yang tidak patut di Ukraina. Putra Biden, Hunter adalah anggota dewan perusahaan gas Ukraina, Burisma.

Rudolph Giuliani, pengacara pribadi Trump juga menuduh beberapa pejabat di Ukraina berkonspirasi untuk membantu Hillary Clinton.

Zelenskiy mengatakan dia terbuka untuk penyelidikan bersama terhadap Burisma dan pemilihan umum AS 2016, tetapi menekankan bahwa Ukraina adalah negara merdeka dengan badan-badan penegak hukum independen.

“Tidak ada yang menekan. Itu bukan topik pembicaraan kami,” kata Zelenskiy soal percakapakannya dengan Trump mengutip Reuters, Jumat (11/10/2019).

Konferensi pers Zelenskiy berakhir tepat setelah tengah malam. Konferensi itu kadang-kadang terganggu oleh pengunjuk rasa yang berteriak dari lantai bawah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini