nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tulang Kambing Bisa Jadi Materi Tiruan Tulang yang Rusak

Rani Hardjanti, Jurnalis · Jum'at 11 Oktober 2019 16:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 11 65 2115775 tulang-kambing-bisa-jadi-materi-tiruan-tulang-yang-rusak-4DkNK7KMbV.jpg Mahasiswa UGM (Foto; Dok UGM)

JAKARTA - Persoalan tulang, baik retak maupun patah membutuhkan penanganan materi tiruan yang tepat. Berdasarkan penelitian terbaru dari Universitas Gadjah Mada, tulang kambing bisa digunakan untuk memperbaiki tulang yang rusak (bone graft).

Temuan itu merupakan hasil penelitian mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Valentino Alberto Muktiwibowo. Dia menjelaskan, kebutuhan akan jaringan tulang di Indonesia sangat tinggi. Tidak hanya untuk membantu pasien patah tulang, tetapi juga kerusakan gigi.

 Baca juga: Keluarga Alumni UGM DKI Harus Jadi Pelopor Pemersatu Bangsa

Setidaknya, ada 24 juta kasus patah tulang per tahunnya di Indonesia. Belum lagi kerusakan gigi dan keganasan yang kasusnya mencapai 70 persen yang itu pun membutuhkan jaringan tulang.

 mahasiswa UGM

Sementara bank jaringan di Indonesia belum begitu banyak. Sampai saat ini tercatat baru ada tiga bank jaringan yang berada di Jakarta, Batam, dan Padang. Nyatanya, untuk pemenuhan akan material pengisi tulang masih bergantung pada impor.

 Baca juga: Robot Terbang UGM Berjaya di Turki

Berawal dari kondisi itulah mahasiswa FKG ini bersama dengan Alfin Lanagusti (FKG) dan Pradnya Paramitha Dewandani (Fakultas Farmasi) melakukan penelitian terkait bone graft. Penelitian dilakukan di bawah bimbingan Dr. drg. Archadian Nuryanti, M. Kes.

Menurut Valentino yang juga selaku Ketua Peneliti Bone Graft Tulang Kambing ini, bone graft ini sangat dibutuhkan dalam operasi patah tulang. Berfungsi sebagai material pengisi tulang yang rusak.

“Selama ini pemenuhan akan material cangkok tulang masih dengan impor dari negara lain dengan harga yang relatif mahal. Karenanya kami melakukan penelitian untuk pengembangan bone graft dalam negeri,” jelas Valentino, seperti dikutip dari laman UGM, Jumat (11/10/2019).

 UGM

Dia menjelaskan pemilihan tulang kambing sebagai materi bone graft karena ketersediaannya yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, juga memiliki struktur mikro yang mirip dengan tulang manusia.

Kandungan kalsium terutama pada tulang kambing yang relatif tidak bernilai ekonomis, diproses agar membentuk kompleks dengan fosfor dalam bentuk apatit yang mudah diserap tubuh hingga 60-70 persen. Dengan begitu, tulang kambing dapat menjadi kandidat sumber alami hidroksiapatit yang murah dan memiliki potensi yang besar di masa depan.

Bone graft yang dinamai Conchaplast ini dibuat dengan tiga bahan utama, yakni tulang kambing, bamboo salt, serta darah sapi. Produk ini telah melalui uji in vivo atau uji pada hewan coba. Material bon graft diimplankan ke tulang tikus Cavia cobaya. Hasilnya menunjukkan adanya perubahan signifikan dari jumlah yang berperan dalam pembentukan jaringan tulang.

“Dengan penambahan bone graft dari tulang kambing ini memperlihatkan peningkatan jumlah sel osteoblas dan kolagen secara signifikan yang ditandai dengan adanya penanda/marker ALP (alkali fosfatase) disertai penolakan imun yang minimal dengan melihat jumlah eosinofil dan kadar Ig E,” tambah Alfin.

Penelitian ini dapat membantu pasien yang membutuhkan cangkok tulang sintetis dari tulang kambing untuk gigi dan tulang. Kendati telah teruji dapat digunakan sebagai material alternatif untuk bahan bone graft kedepan masih perlu dilakukan sejumlah uji lanjutan, termasuk uji klinis .

“Ke depannya masih diperlukan uji klinis untuk mengetahui reaksi terhadap tubuh manusia,” jelasnya.

Selain memberikan alternatif bahan pembuatan bone graft, pemanfaatan limbah tulang kambing ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis dari tulang kambing. Di samping itu, juga mampu mengatasi permasalahan lingkungan akibat penumpukan limbah tulang kambing.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini