nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tahu Sumedang Jadi Gantungan Kunci Khas Jabar

Rani Hardjanti, Jurnalis · Senin 14 Oktober 2019 13:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 14 65 2116608 tahu-sumedang-jadi-gantungan-kunci-khas-jabar-yYjll9sFvv.jpg Tahu Sumedang Dijadikan Gantungan Kunci. (Foto: Okezone.com/Dok. Unpad)

JAKARTA - Melalui bisnis rintisan “Bul Creative Art”, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Iqbal Syaefulloh, berupaya mengangkat popularitas penganan lokal Jawa Barat melalui produk kriya. Salah satu produk andalannya adalah gantungan kunci replika tahu sumedang.

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Iqbal Syaefulloh menggeluti bisnis kriya berbentuk penganan lokal asal Jawa Barat. salah satu produk andalan dari bisnis rintisan “Bul Creative Art” ini adalah gantungan kunci replika tahu sumedang.

Baca Juga: Jadi Rektor Unpad, Ini Strategi Prof Rina Masuk 500 Besar Dunia

Sebelumnya, Iqbal telah membuat berbagai replika produk kuliner. Kemudian, ia mulai memfokuskan bisnisnya pada pangan lokal karena ingin mengangkat kebudayaan Jawa Barat, khususnya Sumedang sebagai daerah asalnya.

Iqbal membuat replika makanan dengan bahan dasar resin. Produk pun dibuat semirip mungkin dengan aslinya, seperti bentuk, ukuran, dan warna.

Tahu Sumedang Jadi Gantungan Kunci

“Saya di sini berpikir sebenarnya resin ini bisa juga dipakai untuk bahan kriya. Makanya saya coba di food replica ini,” ujar Iqbal.

Tidak asal membuat replika, Iqbal terlebih dahulu melakukan riset ke sejumlah toko tahu terkenal di Sumedang untuk mendapatkan detail yang semirip mungkin. Ada lima variasi tahu sumedang yang dibuat replikanya oleh Iqbal.

“Ukurannya pun disesuaikan dengan yang ada di Sumedang,” ujar pria asli Sumedang ini.

Baca Juga: Menristekdikti: Calon Rektor Unpad Tidak Boleh Non-PNS

Ke depan, dia ingin menguasai terlebih dahulu makanan-makanan khas di Sumedang, setelah itu baru memperluas produk. "Sebenarnya pasarnya juga memang khusus untuk itu, untuk makanan,” ungkap Iqbal, seperti dikutip Unpad, Senin (14/10/2019).

Iqbal mengungkapkan, saat ini masih minim produk kriya berbahan dasar resin. Di sisi lain, karena berwujud cair, resin sangat fleksibel sehingga mudah meniru rupa produk yang diinginkan. Hal itulah yang menjadikan Iqbal mantap menjalani bisnis ini.

Saat ini, gantungan kunci kreasinya sudah dijual di sejumlah toko oleh-oleh yang berlokasi di Sumedang dan Garut. Selain itu, gantungan kunci tahu juga sudah dijual secara online.

Iqbal berharap replika tahu buatannya dapat menjadi souvenir khas Sumedang. Selain gantungan kunci yang telah dijual secara umum, Iqbal juga membuat replika tahu sumedang lengkap dengan replika lontong, cabe rawit, dan sambal yang tersusun rapi di atas piring rotan. Produk ini pun sudah mendapat apresiasi dari pemerintah setempat.

Bisnis “Bul Creative Art” sendiri merupakan usaha rintisan Iqbal yang didirikan sejak akhir 2017 lalu. Kata “Bul” disini berasal dari kata “ngibul” dimana produk yang dibuat dapat menipu atau mengecoh orang karena dibuat semirip mungkin dengan aslinya.

Ke depannya, Iqbal berkomitmen ingin mengangkat berbagai panganan lokal lain melalui produk kriya buatannya. Dalam waktu dekat, ia pun akan memproduksi sejumlah penganan lokal lainnya, di antaranya ubi cilembu, peuyeum, dan sawo sukatali.

“Saya ingin bercerita budaya melalui kriya,” ujar Iqbal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini