nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sistem ala Mahasiswa Ini Bisa Bikin Gedung Tahan Gempa

Delia Citra, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 19:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 15 65 2117315 sistem-ala-mahasiswa-ini-bisa-bikin-gedung-tahan-gempa-FqdYYZuONd.jpg Sistem Bangunan Tahan Gempa (Foto: ITS)

JAKARTA - Empat Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Bernad Octavianus ST, Feisal Rajab Rivai ST, Mahendra Perdana Sopaheluwakan ST, dan Ashando Hario Yudhanto ST yang tergabung dalam Tim Graduate-21 berhasil meraih dua penghargaan untuk inovasi bangunan tahan gempa dalam kompetisi Introducing and Demonstrating Earthquake Engineering Research (IDEERS).

 Baca Juga: Kuliah Sambil Bisnis Travel, Alvan Raih Omzet Ratusan Juta

Dalam kompetisi tersebut, tim dibebaskan memilih material dan konsep gedung yang akan diterapkan. Namun, beban gedung sendiri dibatasi dalam bentuk pemberat. Dengan beban 40 kg, gedung ditargetkan rusak pada skala kekuatan gempa 1.050 gal.

Untuk mencapai target tersebut, mereka menggunakan tiga sistem berbeda di setiap lantai gedung yang bernama Building of Heroes ini. Ketiga sistem yang dimaksud adalah Base Isolator, Viscous Damper, serta Tuned Mass Damper.

 Baca Juga: Dear Mahasiswa, Sudah Tahu soal Disrupsi?

Meskipun semuanya sudah dipersiapkan dengan matang, tetapi tim mengalami kendalan teknis yang cukup merugikan yang membuatnya harus meniadakan sistem Viscous Damper agar tidak terkena penalti.

“Setelah Viscous Damper dihilangkan, gedung kami harus jatuh di skala 900 gal saja,” kata Bernard dikutip dari laman resmi ITS, Selasa (15/10/2019).

 Gempa

Namun, berkat kerja kerasnya ini mereka berhasil meraih dua penghargaan dari empat kategori penghargaan. Pada kategori arsitektural, desain gedung tim G-21 dinilai paling modern dan masuk akal untuk diterapkan. Adanya panel surya di atap gedung, taman vertikal pada dinding gedung, serta intensitas cahaya yang masuk sangat cukup, menjadi kelebihannya dibanding tim lain.

Sedangkan dalam kategori presentasi, tim ini dinilai menggunakan konsep presentasi yang rapi dengan penjelasan runtut dan detail.

“Selain hitungan numerik dan realisasi, kami juga berikan animasi dan video pengujian gedung, sehingga menjadi inovasi tersendiri,” lanjut mahasiswa yang pernah menjuarai Kompetisi Konstruksi Bangunan ramping ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini