nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

35 Warga Asing Tewas dalam Kecelakaan Bus di Dekat Madinah

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 13:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 17 18 2118141 35-warga-asing-tewas-dalam-kecelakaan-bus-di-dekat-madinah-5GV6qPvHKM.jpg Foto: Screengrab video Twitter/Priya Jaiswal.

RIYADH – Tiga puluh lima warga asing tewas dan empat lainnya terluka saat sebuah bus bertabrakan dengan kendaraan berat lainnya di dekat kota suci Madinah, Arab Saudi pada Rabu, 16 Oktober.

Berdasarkan keterangan juru bicara kepolisian Madinah yang dikutip kantor berita Arab Saudi, kecelakaan itu melibatkan tabrakan antara "bus pribadi carteran... dengan kendaraan berat (loader)" di dekat kota di barat Saudi Arabia.

BACA JUGA: Tabrakan Bus Jamaah Umrah dengan Truk Tangki di Dekat Makkah Tewaskan Empat Orang

Media setempat melaporkan, korban dalam insiden itu terdiri dari jemaat umrah dari Asia dan negara Arab. Laporan kantor berita SPA yang dilansir AFP menyebutkan korban yang terluka telah dibawa ke Rumah Sakit Al-Hamna dan pihak berwenang telah melakukan penyelidikan. Foto-foto bus yang terbakar dengan jendela yang hancur telah dirilis di media-media setempat.

Pada April tahun lalu, empat jemaat umrah Inggris tewas dan 12 lainnya terluka di Arab Saudi ketika bus mereka bertabrakan dengan sebuah truk tangki dalam perjalanan ke kota suci Makkah. Pada Januari 2017, enam warga Inggris, termasuk bayi berusia dua bulan, tewas dalam kecelakaan minibus di tengah perjalanan mereka ke Madinah setelah melakukan ziarah ke Makkah.

BACA JUGA: Kecelakaan Bus Jamaah Umrah Tewaskan 6 Orang, Tidak Ada Korban WNI

Sebagai bagian dari upaya untuk mendiversifikasi ekonominya yang bergantung pada minyak, Arab Saudi ingin menumbuhkan sektor pariwisata religi sepanjang tahun yang mencakup jutaan peziarah.

Hingga bulan lalu, negara itu hanya mengeluarkan visa untuk peziarah Muslim, pekerja asing dan baru-baru ini untuk penonton di acara olahraga atau budaya. Tetapi wisatawan sekarang diizinkan untuk berkunjung sebagai bagian dari upaya untuk mempersiapkan ekonomi Arab terbesar untuk era pasca minyak.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini