nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Buat Aturan Diplomat China Harus Melapor Sebelum Adakan Pertemuan

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 21:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 17 18 2118222 as-buat-aturan-diplomat-china-harus-melapor-sebelum-adakan-pertemuan-Q6ppqar1Ji.jpg Bendera China-Amerika Serikat. (Foto/Reuters)

WASHINGTON - Para diplomat China di Amerika Serikat (AS) harus memberi tahu otoritas AS sebelum mengadakan pertemuan dengan pejabat AS.

Pertemuan termasuk kunjungan resmi ke "lembaga pendidikan dan penelitian", seperti sekolah dan universitas, juga harus pra-registrasi, kata Departemen Luar Negeri AS.

China mengatakan AS melanggar aturan internasional, tetapi AS mengatakan diplomat Amerika di China menghadapi pembatasan serupa.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Deplu AS Melansir BBC, Kamis (17/10/2019) menyebut peraturan itu akan berlaku untuk "pertemuan resmi dengan pejabat negara [AS], pertemuan resmi dengan pejabat lokal dan kota, kunjungan resmi ke lembaga pendidikan, dan kunjungan resmi ke lembaga penelitian".

Baca juga: Informasi Pribadi Diplomatnya Dipublikasikan, AS Sebut Beijing "Rezim Preman"

Baca juga: China Tolak Kunjungan Kapal Angkatan Laut AS ke Hong Kong

Seorang pejabat mengatakan AS hanya Amerika "menyamakan kedudukan" dengan China, dan bahwa itu merupakan respons terhadap pembatasan China terhadap diplomat Amerika.

"Di China, diplomat AS memiliki akses terbatas ke sejumlah orang yang penting. Sebaliknya, para diplomat [China] di AS, dapat mengambil keuntungan penuh dari masyarakat terbuka kami," kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS.

Para pejabat AS mengatakan para diplomat China tidak memerlukan izin untuk pertemuan itu, tetapi diharuskan memberi tahu departemen luar negeri terlebih dahulu.

Tanggapan China

Dalam sebuah pernyataan, Kedutaan Besar China di AS menyebut aturan baru itu sebagai "pelanggaran terhadap Konvensi Wina".

"China tidak memiliki persyaratan yang serupa pada diplomat Amerika dan pejabat konsuler di China," tegasnya.

"Mengenai timbal balik, AS memiliki jumlah personel diplomatik yang jauh lebih besar di China daripada [dipolmat] China di AS."

Konvensi Wina adalah perjanjian yang menguraikan aturan hubungan diplomatik.

Di bawah konvensi ini, para diplomat "dijamin" kebebasan bergerak dan bepergian di negara tuan rumah mereka.

Konvensi itu juga mengatakan negara penerima "tidak akan membeda-bedakan negara".

AS-China telah perang tarif bernilai miliaran selama setahun terakhir.

Namun, pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan putusan baru itu "tidak secara langsung terkait" dengan perang dagang dengan China.

Presiden AS Donald Trump telah lama menuduh China melakukan praktik perdagangan tidak adil dan pencurian kekayaan intelektual. Sementara di China, ada persepsi bahwa AS sedang mencoba untuk mengekang kenaikan tarif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini