nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RI 'Ekspor' 94 Guru untuk Ajar Anak TKI di Malaysia

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 17:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 17 65 2118265 ri-ekspor-94-guru-untuk-ajar-anak-tki-di-malaysia-EmaGQTVm7Q.jpg Guru ke Malaysia (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat menyediakan wadah belajar bagi anak Indonesia melalui Community Learning Center (CLC) sebagai upaya memenuhi hak asasi anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan dasar.

Melansir dari keterangan tertulis kementerian pendidikan dan kebudayaan Jakarta, Kamis (17/10/2019), hal ini dilakukan karena anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia, khususnya yang bekerja di sektor perkebunan dan mengalami kesulitan dalam memperoleh akses pendidikan.

 Baca Juga: Guru Didorong Bersertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia

Selain itu, para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sedang bekerja di Industri Kelapa Sawit Malaysia tak sedikit yang memaksakan diri untuk membawa keluarganya, dan banyak melahirkan anak-anak di sana. Anak-anak tidak dapat mendaftar pada pendidikan formal karena tidak memiliki dokumen resmi.

Dengan itu, sejak 2006, sebagai bagian dari upaya dan kewajiban pemerintah untuk menxerdaskan warga negaranya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan kebudayaan setiap tahun mengirimkan guru-guru untuk bertugas mendidik anak-anak Indonesia, terutama yang ada di Sabah dan Sarawak.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sangat berharap para guru yang di kirim ke Malaysia untuk menjadi tenaga pengajar bisa membimbing dengan standar mengajar di Malaysia namun tidak melupakan norma-norma yang ada di Indonesia.

 Baca Juga: Era 4.0, Guru TK Diminta Ajarkan Teknologi ke Anak Muridnya

Sebagai informasi, untuk tahun 2019 jumlah guru yang memdaftar untuk mengajar anak- anak Indonesia di Malaysia berjumlah 2.932 orang.

Mereka dipilih setelah melalui seleksi administrasi dan substansi, telah ditetapkan 94 orang yang memenuhi kriteria dan akan berangkat untuk bertugas mengajar untuk pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia selama 2 tahun.

 Guru

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini