nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Turki Setuju Hentikan Serangan ke Suriah Selama 120 Jam

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 09:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 18 18 2118483 turki-setuju-hentikan-serangan-ke-suriah-selama-120-jam-BmlnB7uRLq.jpg Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Wakil Presiden AS Mike Pence dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Ankara, 17 Oktober 2019. (Foto: Reuters)

ANKARA – Turki setuju untuk menghentikan serangannya ke Suriah selama lima hari untuk memberikan waktu bagi pasukan Kurdi mundur dari “zona aman” yang ingin dibentuk oleh Ankara . Kesepakatan disambut baik oleh Washington dan dianggap sebagai sebuah kemenangan oleh Turki.

Gencatan senjata itu diumumkan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence setelah pembicaraan dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan di Ankara. Presiden AS Donald Trump memuji hasil pembicaraan tersebut, mengatakan bahwa keputusan itu akan menyelamatkan "jutaan nyawa".

BACA JUGA: Rusia Berjanji Cegah Pertempuran Antara Pasukan Turki dan Suriah

"Hari ini Amerika Serikat dan Turki telah sepakat untuk gencatan senjata di Suriah," kata Pence dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebagaimana dilansir RT, Jumat (18/10/2019).

Menurut teks perjanjian, Ankara berjanji bahwa operasi militer, yang dinamakan 'Perdamaian Musim Semi’, akan "dihentikan setelah penyelesaian penarikan" milisi Kurdi. "Zona aman" yang dipermasalahkan "terutama akan diberlakukan oleh Angkatan Bersenjata Turki."

Selama 120 jam jangka waktu perjanjian gencatan senjata, tidak ada sanksi lebih lanjut yang diberlakukan AS terhadap Turki. Saat gencatan senjata kemudian menjadi permanen, Washington akan membatalkan pembatasan eksekutif terhadap Turki.

Foto: BBC.

Jika diterapkan, kesepakatan itu akan mencapai semua tujuan utama yang diumumkan Turki ketika meluncurkan serangannya pada 9 Oktober: kontrol atas jalur Suriah sejauh lebih dari 30 km, dengan milisi Kurdi, yang pernah menjadi sekutu AS, wajib keluar dari wilayah tersebut.

Seorang pejabat Turki mengatakan kepada Reuters bahwa Ankara mendapatkan "persis apa yang kami inginkan" dari perundingan dengan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menggambarkannya sebagai jeda, semata-mata untuk memungkinkan para pejuang Kurdi untuk mundur.

BACA JUGA: AS Jatuhkan Sanksi pada Turki Terkait Serangan ke Suriah

Pejuang Kurdi akan dipaksa untuk menyerahkan senjata berat mereka dan posisi mereka akan dihancurkan, kata Cavusoglu. Dia menolak menyebut perjanjian itu "gencatan senjata", dengan mengatakan gencatan senjata hanya bisa disetujui oleh pihak yang sah, dan bukan oleh milisi Kurdi yang dianggap Turki sebagai kelompok teroris.

Masih belum jelas apakah Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi akan sepenuhnya mematuhi perjanjian, yang akan membuat pasukan Turki bertanggung jawab atas sejumlah besar wilayah yang pernah dikuasai oleh Kurdi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini