nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditekan Soal Kurdi, Erdogan Buang Surat dari Trump ke Tempat Sampah

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 11:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 18 18 2118525 ditekan-soal-kurdi-erdogan-buang-surat-dari-trump-ke-tempat-sampah-5l9mL84qmH.jpg Foto: Reuters.

ANKARA – Laporan yang beredar mengklaim bahwa Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan telah menolak dan membuang surat dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang memintanya membuat kesepakatan mengenai pasukan Kurdi di Suriah, ke tempat sampah. Dalam surat itu Trump mendesak Erdogan agar tidak bersikap seperti “pria tangguh” atau “orang bodoh” terkait serangannya ke Suriah.

Perlakuan terhadap surat resmi, yang memicu kegemparan baik di AS dan Turki itu, dilaporkan oleh apa yang BBC katakan sebagai "sumber-sumber kepresidenan Turki."

BACA JUGA: Trump Sebut Erdogan Iblis dan Bodoh Terkait Serangan ke Suriah

"Presiden Erdogan menerima surat itu, benar-benar menolaknya dan memasukkannya ke tempat sampah," demikian dikutip dari sumber-sumber yang namanya tidak disebutkan itu, sebagaimana dilansir RT, Jumat (18/10/2019).

Keterangan serupa dilaporkan oleh Middle East Eye, mengutip pejabat Turki yang tidak disebutkan namanya. Beberapa wartawan Turki juga melaporkan bahwa surat Trump tersebut diperlakukan dengan cara itu.

Dalam suratnya, tertanggal 9 Oktober, Trump mengancam Erdogan dengan sanksi ekonomi seandainya dia berkomitmen untuk "membantai ribuan warga sipil" di wilayah mayoritas Kurdi di Suriah utara dan meminta pemimpin Turki itu untuk melakukan kesepakatan dengan Kurdi.

BACA JUGA: AS Jatuhkan Sanksi pada Turki Terkait Serangan ke Suriah

Sejarah “akan melihat Anda selamanya sebagai iblis jika hal-hal baik tidak terjadi. Jangan menjadi pria yang tangguh. Jangan bodoh!" demikian tertulis dalam surat tersebut.

Erdogan meluncurkan operasi militer lintas perbatasan, yang disebutnya menargetkan pasukan teroris Kurdi, pada hari yang sama saat dia menerima surat itu. Sejak saat itu, dia berulang kali menentang tekanan dari Trump dan para pemimpin Barat lainnya untuk menghentikan operasi di Suriah.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini