nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump Mengakui Biarkan Turki "Bertarung" di Suriah

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 19:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 18 18 2118703 trump-mengakui-biarkan-turki-bertarung-di-suriah-DvaW4c6w1m.jpg Presiden AS Donald Trump. (Foto/Reuters)

WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump mengakui dia membiarkan Turki “bertarung” sebentar di Suriah sebelum pencapaian kesepakatan gencatan senjata.

Berbicara saat rapat umum di Dallas, Trump mengakui pendekatannya tidak biasa, tetapi ia mengatakan bahwa gencatan senjata dicapai tanpa menumpahkan setetes darah warga AS.

"Itu tidak konvensional, apa yang saya lakukan. Saya katakan, mereka harus bertarung sebentar. Kadang-kadang Anda harus membiarkan mereka bertarung sebentar," kata Trump mengutip Sky News, Jumat (18/20/2019).

Trump menambahkan, "Turki akan bahagia. Rakyat Kurdi akan bahagia. ISIS tidak akan bahagia."

Foto/Reuters

Gencatan senjata Turki menyusul diskusi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan wakil presiden Amerika Mike Pence di Ankara.

Baca juga: Trump Sebut Erdogan Iblis dan Bodoh Terkait Serangan ke Suriah

Baca juga: Ratusan Kerabat IS Melarikan Diri dari Kamp di Suriah

Foto/Reuters

Ini dirancang untuk memastikan bahwa pasukan Kurdi dapat menarik diri dari "zona aman", wilayah yang ingin dijadikan Turki sebagai tempat tinggal pengungsi Suriah.

Sebelumnya di Twitter, Trump mengklaim "jutaan nyawa akan diselamatkan" dampak gencatan senjata.

Wakil presiden AS Mike Pence mengatakan, AS akan terus terlibat secara diplomatis, politis. “Dan tentu saja, dengan bantuan kemanusiaan dan untuk mendukung semua orang yang terkena dampak di wilayah ini."

Serangan Turki telah menciptakan krisis kemanusiaan baru di Suriah dengan 200.000 warga sipil melarikan diri dari kekerasan, dan peringatan keamanan terhadap ribuan pejuang Negara Islam yang kabur dari penjara.

Pence mengumumkan bahwa Washington dan Ankara masih akan bekerja sama untuk mengalahkan militan IS.

Namun seorang pejabat Kurdi, Razan Hiddo, menyatakan bahwa orang Kurdi menolak untuk hidup di bawah pendudukan Turki.

Kelompok Kurdi mengatakan mereka merasa dikhianati oleh AS yang menarik pasukannya dari perbatasan Suiah.

Setidaknya 224 kombatan dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi dan 183 pemberontak yang didukung Turki tewas setelah delapan hari pertama pertempuran, kata Observatorium Suriah, bersama dengan setidaknya 72 warga sipil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini