nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keluarga Penunggu Kiamat di Belanda, Pemimpin Anggap Dirinya Lebih Baik dari Yesus

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Sabtu 19 Oktober 2019 11:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 18 18 2118870 keluarga-penunggu-kiamat-di-belanda-pemimpin-anggap-dirinya-lebih-baik-dari-yesus-JL12KS602n.jpg Rumah keluarga penunggu kiamat di Belanda. (Foto/EPA/Mirror)

DRENTHE – Seorang pria sekaligus kepala keluarga yang mengurung diri di dalam ruang bawah tanah selama 9 tahun untuk menunggu kiamat menganggap dirinya lebih baik dari Yesus.

Josef B (58) nama pria itu berasal dari Austria. Ia telah ditangkap setelah putra sulungnya tidak bisa pulang dan kebingungan usai mengunjungi salah satu pub di Drenthe, Belanda.

Jan Zon van Dorsten, berhasil melarikan diri ke bar terdekat tetapi setelah memesan lima bir, mengatakan dia tidak bisa pulang.

Foto/Facebook

Polisi Belanda mengatakan saudara dan saudari Jan berusia antara 18 dan 25.

Baca juga: Tunggu Hari Kiamat, Sebuah Keluarga Terisolasi di Ruang Rahasia Selama 9 Tahun

Franz B, saudara Josef mengatakan kepada media setempat bahwa saudaranya pertama kali berhubungan dengan sekte ketika dia meninggalkan rumah untuk melakukan dinas militer.

"Dia bergabung dengan sekte dan berpikir dia lebih baik daripada Yesus. Saya tidak pernah berkomunikasi dengannya sepuluh tahun,” kata dia menyitir Mirror, Jumat (18/10/2019).

Josef, kata Franz tidak menghadiri pemakaman ayah mereka.

Namun saat Franz meneruskan usaha petanian ayahnya, Josef datang kepadanya menuntut pembagian warisan.

"Saudaraku hanya tertarik yang terbaik untuknya," ujar dia.

Ibu keduanya meninggal satu setengah tahun yang lalu, Josef dikatakan Franz juga tidak datang ke pemakamannya.

Josef juga dilaporkan memiliki anak perempuan kembar hasil hubungannya dengan seorang wanita Jepang yang sekarang sudah dewasa.

Menurut keluarga, si kembar telah mencoba melakukan kontak dengan ayah mereka sejak 2017 tetapi mendapat respons.

Josef B pada 1998 hingga 2008, tinggal di Pabneukirchen, Austria, di sebuah rumah berusia 300 tahun dan bekerja sebagai tukang kayu. Dia juga terdaftar memiliki properti di Wina.

Polisi mengatakan pihaknya kesulitan memahami sejumlah kalimat dari kelaurga yang mengurung diri tersebut, menambahkan bahwa mereka tidur dan makan di lantai.

Beberapa anggota keluarga yang lebih muda diyakini bahwa mereka adalah satu-satunya manusia di bumi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini